Tim DPC Malang Raya saat memasak dan memamerkan plakat penghargaan juara pertama lomba Bromo Cooking Challenge (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tim DPC Malang Raya saat memasak dan memamerkan plakat penghargaan juara pertama lomba Bromo Cooking Challenge (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua warga Malang berhasil menyabet juara pertama dalam gelaran Bromo Cooking Challenge. Mereka adalah Wedha warga Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Karyono warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

”Kami tergabung dalam tim DPC Malang Raya saat mewakili daerah kami (Malang) saat mengikuti ajang bergengsi Bromo Cooking Challenge. Pada agenda tersebut, kami dinobatkan sebagai juara satu,” kata Wedha saat ditemui usai perlombaan Bromo Cooking Challenge.

Baca Juga : Tundukkan Rasa Takut untuk Kemanusiaan, Ini Kisah Bripka Jerry yang Banjir Apresiasi

Sebagai informasi, lomba olah rasa tersebut merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan dalam rangka opening ceremony pada gelaran Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019. Sesuai namanya, agenda tersebut dilaksanakan di kawasan kaki gunung Bromo yang berlokasi di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

”Pada cooking challenge ini, kami mengkombinasikan olahan kentang dan ayam. Dari dua bahan baku tersebut, kami masak menjadi menu makanan yang kami beri nama Ayam Kare Sayuran dan Sambal Goreng Kentang,” terang Wedha.

Pria 42 tahun itu menambahakan, meski masakan yang mereka olah terbilang sederhana, namun berkat kejeliannya saat menentukan tingkat kematangan masakan membuat tekstur ayam dan kentang yang diolah mampu mencuri perhatian dewan juri.

”Waktu yang disediakan pihak penyelenggara hanya 45 menit, jadi kami hanya fokus ke rasa. Untungnya juri bisa menyukainya dan merasa tertarik dengan tampilan masakan yang kamu sajikan,” ungkap pria yang juga menjadi Chef di Cafe Reborn Eat n Drink Kota Malang ini.

Ditemui di saat bersamaan, Karyono mengaku sangat bangga bisa mengharumkan nama Malang di kancah nasional. Wajar saja, 24 peserta yang terbagi kedalam 12 grub ini. Diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Pulau Jawa. Diantaranya Probolinggo, Malang Raya, Prigen hingga Tegal Jawa Tengah.

”Tidak ada persiapan khusus saat mengikuti Bromo Cooking Challenge. Soalnya kami dapat info mendadak. Awalnya hanya berniat untuk cari pengalaman sekaligus turut memeriahkan acara, tapi ternyata malah dinyatakan sebagai juara,” kata Karyono dengan nada bangga.

Pria yang saat ini dikaruniai 5 orang anak dan 2 orang cucu ini, menceritakan awal mula dirinya tertarik menggeluti dunia memasak. Semula saat Karyono kecil mulai beranjak remaja, dia hanya membantu orang tua untuk masak. 

”Orang tua saya dulu memang membuka warung di rumah, jadi saya diminta untuk bantu-bantu saja. Namun setelah beranjak dewasa, saya semakin tertarik menggeluti dunia memasak,” ungkap pria yang saat ini berusia 50 tahun tersebut.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

Saking tertariknya, Karyono akhirnya memberanikan diri untuk fokus menggeluti seni olah rasa pada tahun 1990 silam. Seiring berjalannya waktu, keterampilan Karyono akhirnya diakui oleh banyak restoran. Dari sekian banyaknya tawaran, pada tahun 2002 lalu dirinya akhirnya memilih utuk mengabdikan diri sebagai Chef di Gets Hotel Malang.

Hingga saat ini, pria kelahiran 8 Januari 1969 itu tetap konsisten menyajikan masakan tradisional. Beberapa menu andalannya adalah Nasi Jagung dan nasi kuning. ”Berbagai masakan tradisional sering saya sajikan kepada pengunjung hotel. Tujuannya agar masakan tradisional ini tidak punah,” imbuh Karyono.

Hingga saat ini, lanjut Karyono, masih fokus melakukan berbagai eksperimen. Meski pernah sesekali memadukan konsep masakan modern, namun Karyono tidak pernah meninggalkan konsep masakan tradisional. Berkat keberaniannya tersebut, berbagai prestasi di dunia masak sudah pernah diperoleh olehnya.

”Yaa, lumayan sering dapat juara di ajang lokal maupun nasional. Biasanya dapat nomor dua. Tapi di ajang Bromo Cooking Challenge saya tidak menyangka bisa menjadi juara pertama,” pungkasnya.