MALANGTIMES - Gendam atau hipnotis merupakan salah satu momok bagi masyarakat, selain kejahatan jalanan lain seperti jambret. Pasalnya, gendam rentan mengenai siapa saja yang kurang waspada terhadap dirinya sendiri, terlebih lagi kaum wanita. Telah banyak korban di berbagai daerah yang kehilangan harta bendanya akibat kejahatan dengan modus gendam. Seseorang yang terkena gendam, mereka sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri dan menuruti perkataan yang menghipnotis mereka.
Di Kota Malang sendiri, beberapa kejadian gendam beberapa waktu lalu terjadi dan menimpa tiga pelajar wanita. Seperti pada 15 Juni 2019, kejahatan gendam dengan terjadi di kawasan Gor Ken Arok, Kedungkandang, Kota Malang dan menimpa seorang pelajar wanita yang mengendarai sepeda motor.
Baca Juga : Kelompok Anarko Beraksi Lagi Sebarkan Tulisan Provokatif, Rencana Aksi Massal Terbongkar
Modus yang digunakan pelaku untuk menghentikan korban, yakni dengan berpura-pura memberi tahu jika salah satu baut pada bagian sepeda motor korban akan terlepas. Saat mendengar hal itu, otomatis korbanpun langsung berhenti dan melihat kondis baut yang dikatakan pelaku akan terlepas. Namun entah bagaimana ceritanya, saat korban berhenti, tanpa sadar korban lantas menyerahkan semua barang seperti hp dan uang Rp 200 ribu kepada pelaku. Setelah itu, pelaku lantas segera kabur.
Kemudian pada 20 Juli 2019, kejahatan gendam juga menimpa D (18), warga Bululawang, Kabupaten Malang, yang merupakan salah satu murid di SMA Negeri di Kota Malang. Kejadian tersebut ketika korban usai pulang ekstra kulikuler. Saat itu, korban melintas di Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang. Setelah melewati jembatan, korban tiba-tiba saja dipanggil oleh seseorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor seorang diri. Saat itu, korban diberitahu oleh orang tersebut, jika baut sepeda motornya lepas.
Korban kemudian diajak oleh pelaku berputar arah dengan alasan mencari bengkel. Namun tak jauh dari situ, korban kemudian justru diajak ke sebuah gang dan berhenti di lapangan. Setelah itu, pelaku mengatakan jika motor korban telah dibetulkan dan meminta ongkos Rp 200 ribu. Korban lantas memberikan uang tersebut tanpa sadar.
Kemudian adalagi kejadian gendam yang menimpa seorang wanita yang juga pelajar. Kejadian tersebut terjadi dikawasan Jalan Ijen pada 18 Agustus 2019 dan menimpa siswi berinisial AF, warga kawasan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Saat itu, korban yang juga usai pulang ekstra kurikuler, tengah menunggu pesanan ojek online di kawasan Jalan Ijen. Saat sudah sampai di sekitaran Jalan Ijen, tiba-tiba saja korban dihampiri oleh seorang laki-laki yang kemudian menanyakan lokasi jalan yang tak jelas kepada korban.
Karena tidak mengetahui lokasi jalan yang ditanyakan pelaku, selanjutnya korban mengatakan tidak mengetahui jalan tersebut. Dan di saat itu tiba-tiba saja pelaku menepuk pundak AF yang selanjutnya menjalar ke arah dada. Diperlakukan seperti itu, korban AF langsung kabur. Namun. korban tidak menyadari bahwa HP dan uangnya telah diambil oleh pelaku. Dan pelakupun berhasil kabur. Korban akhirnya ditolong oleh dua orang wanita yang menghampiri korban karena melihat korban menangis.
Karenanya, dengan kerentanan menjadi korban gendam tersebut, pihak Kepolisian mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan situasi di sekitarnya. "Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Apalagi kalau dikasih sesuatu, baik itu barang atau minuman harus waspada," beber Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, agar tidak sekali-kali memberikan identitas diri atau data pribadi kepada orang lain. Hindari lokasi yang sepi, hindari bermain hp dipinggiran jalan, dimana bisa menggundang pelaku kejahatan. Sementara itu, dirangkum dari beberapa sumber menambahi dari himbauan Kasubag Humas Polres Malang Kota, berikut ini tips terhindar dari kejahatan gendam.
1. Selalu waspada terhadap orang yang baru dikenal. Dan jangan terlalu akrab. Sebab, gendam busa terbangun dari komunikasi yang intensif.
2. Selalu tanamkan dalam diri maupun pikiran untuk tidak bisa terpengaruh dengan kejahatan hipnotis. Rasa takut seseorang, terkadang juga menjadi celah pelaku dalam melancarkan aksi.
3. Jangan biarkan pikiran kosong. Sibukkan diri dengan melakukan aktifitas, sehingga tak mudah menjadi korban gendam.
4. Waspada ketika terdapat orang yang menepuk pundak. Jangan mudah kaget, sebab, rasa kaget bisa juga menjadi celah pelaku gendam beraksi.
5. Hindari pemberian barang-barang, seperti minuman atau makanan dari orang tak dikenal.
6. Hilangkan kebiasaan latah. Pasalnya, dari beberapa sumber, latah juga bisa menjadi celah gendam. Latah merupakan kebiasaan yang dilakukan dialam bawah sadar.
7. Waspada ketika tiba-tiba dikelilingi orang banyak. Lebih baik segera menjauh. Modus gendam juga biasa dilakukan dengan cara berkelompok.
8. Selalu berdoa, meningkatkan keimanan serta memperkuat pikiran jika terdapat sesuatu yang aneh, agar bisa melawan rasa aneh dalam pikiran tersebut.
