Lepas Beban Berat Jakarta, Alasan Jokowi Pindah Ibu Kota, Lantas Bagaimana Nasib DKI

Aug 26, 2019 20:34
Peta Kalimantan Timur. (Foto: instagram @jokowi)
Peta Kalimantan Timur. (Foto: instagram @jokowi)

MALANGTIMES - Beratnya beban menjadi alasan yang kuat bagi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memindah Ibu Kota Jakarta ke tempat baru. Presiden Jokowi menyebut kawasan baru yang akan dijadikan ibu kota adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Alasan serta lokasi itu sebagaimana dia posting di akun instagramnya. Untuk menjelaskan pemindahan ibu kota itu, Jokowi membuat tiga postingan. 

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Berikut isi postingan Jokowi. "Sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya. Maka, pada siang yang berbahagia ini, saya menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir,"  kata Jokowi dalam akun instagramnya Jokowi, Senin (26/8/2019).

Dia juga menyebutkan hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Pada postingan berikutnya, pemilik akun dengan penkut 23,9 juta ini memulainya dengan tanda tanya. "Kenapa ibu kota harus pindah?," kata Jokowi memulai kalimat dalam postingannya. 

Dia menyebutkan, Jakarta saat ini menyangga beban yang sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Bahkan, sebagai lokasi bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia. 
Kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, polusi udara dan air kota ini harus segera kita tangani.

Menurutnya, persoalan itu bukanlah kesalahan Pemprov DKI Jakarta. "Bukan. Ini karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan kepada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meski sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah," sambung dia.

Selain itu, katadia, beban Pulau Jawa juga semakin berat. Penduduknya sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia, dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa. "Kita tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat itu," beber dia.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Tak cukup di situ, Jokowi juga kembali bertanya. "lantas pada Tentu ada yang bertanya, setelah ibu kota pindah ke wilayah Kaltim, lalu bagaimana nasib kota Jakarta?," tanya dia.

Menurutnya, Kota Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan. Jakarta terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan urban regeneration yang dianggarkan sebesar Rp571 triliun, misalnya, tetap dijalankan. Pembahasannya bahkan sudah pada level teknis dan siap dieksekusi.

Topik
BatuBerita BatuPresiden Republik IndonesiaJoko WidodoPerpindahan Ibu Kotaibu kota JakartaProvinsi Kalimantan Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru