MALANGTIMES - Terletak di bagian timur kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan berada di kaki Gunung Bromo, Desa Gubugklakah menyimpan berbagai panorama alam yang eksotis. 

Potensi yang dimiliki dipastikan akan mampu menantang adrenalin para petualang yang haus akan tantangan alam.

Berbagai lokasi wisata Desa Gubugklakah, memang memberikan ruang bagi para petualang untuk mereguk sensasi alam nan indah yang tersebar di wilayah dengan suhu udara berkisar antara 20-22 derajat celcius ini.

Sebut saja lokasi  air terjun Coban Pelangi yang telah lama juga dikenal sebagai salah satu wisata menarik bagi wisatawan, dalam maupun mancanegara. 

Selain akan melunaskan jiwa petualangan, Coban Pelangi, disebut seperti itu karena ketika sinar matahari sedang berada disekitar titik kulminasi akan memunculkan pelangi di bawah kucuran air terjunnya. 

Juga merupakan spot yang Instagramable. Cocok bagi para kaum milenial yang haus akan berbagai lokasi yang mampu melunasi kebutuhannya untuk eksis dengan video dan foto unik, indah dan tentunya tidak murahan.

Menuju Coban Pelangi Gubugklakah, Poncokusumo, yang memiliki ketinggian sekitar 110 meter (m), bisa ditempuh dengan kendaraan. 

Tapi, untuk menuju lokasi harus berjalan kaki sepanjang 1 kilometer (km) di jalan setapak yang sudah terbilang baik. 

Jiwa petualangan akan terlunasi saat berjalan kaki dari pintu loket masuk menuju lokasi. 

Masuk zona konservasi alam, lokasi Coban Pelangi tentunya sangat hijau dan rindang pepohonan. 

Udara bersih, beserta musik alam, akan semakin menambah sensasi wisatawan.

Tidak hanya Coban Pelangi, Gubugklakah, Poncokusumo, juga memiliki wisata alam Ledok.

Hampir sama dengan Coban Pelangi, Ledok juga akan memberikan sensasi petualangan dan spot Instagramable.

Wisata Ledok dikenal sebagai ruang melepas penat wisatawan dengan cara melakukan aktivitas river tubing dan rafting di sepanjang sungai Ledok amprong. 

Termasuk menjadi jujugan masyarakat yang akan mengadakan outbond. 

Untuk menuju ke wisata Ledok, pengunjung akan melewati agrowisata kebun apel dan hutan pinus dengan pemandangan yang akan memanjakan mata. 

Di wisata ini pula, pengunjung akan benar-benar dipuaskan adrenalinnya. Tentunya akan bisa mengabadikan berbagai momen serunya melalui foto maupun video.

"Dengan berbagai keunggulan itulah, kami dari Balitbangda Kabupaten Malang ingin mengajak seluruh pecinta petualangan dan yang suka mengabadikan berbagai momen untuk mengunjungi desa wisata Gubugklakah. Untuk menikmati keindahan sekaligus ikut serta dalam lomba vlog dan foto yang kami gelar," kata Yulianti, Sekretaris Balitbangda Kabupaten Malang, Minggu (25/08/2019) kepada MalangTIMES.

Yulianti melanjutkan, selain dua wisata itu, masih banyak lokasi lainnya yang bisa dieksplor oleh peserta lomba. 

"Masih banyak lokasi yang bisa melunaskan jiwa petualangan dan  Instagramable di Desa Wisata Gubugklakah. Jadi lomba ini selain untuk nenikmati keindahan alam di lokasi wisata juga bagi pemenang ada banyak hadiahnya," ujarnya.

Desa Wisata Gubugklakah juga memiliki Coban tak kalah indahnya dari Pelangi, yaitu Coban trisula. Disebut Coban trisula karena air terjun yang jatuh ke sungai sebanyak tiga tingkat. 

Tentunya untuk mencapai ke Coban trisula, diperlukan juga upaya cukup ekstra. 

Dimana bagi para traveler menjadi bagian yang akan melengkapi petualangan menuju Coban trisula. 

Karena sepanjang menuju lokasi, siapapun akan disuguhi pemandangan indah dan eksotis yang cocok untuk diabadikan dalam video dan foto.

Bagi Anda yang sangat mencintai fotografi atau yang hobi selfie Coban Bidadari yang juga terletak di desa wisata Gubugklakah ini dijamin akan memuaskan hasrat tersebut.

Terbilang baru sebagai destinasi wisata, yaitu 2017 lalu, Coban Bidadari sesuai namanya sangatlah jelita bagi para pengunjung.

Pemandangan luar biasa dengan berbagai spot foto yang Instagramable, akan benar-benar memanjakan wisatawan yang datang.

"Dan masih banyak wisata lainnya yang bisa memanjakan wisatawan pada umumnya. Serta peserta lomba untuk mengeksplor potensi di desa wisata Gubugklakah. Misalnya gunung sari sunset, rest area, maupun agri wisata petik apel, sayuran dan lainnya," ucap Yulianti yang berharap lomba bisa diikuti swbanyak-banyaknya peserta.