MALANGTIMES - Permadi Arya atau Abu Janda kembali melontarkan pernyataan yang membuat suasana panas peristiwa Papua, baik di Malang dan Surabaya, semakin meruncing.

Cuitannya bahkan telah membuat sebagian besar warganet yang memenuhi kolom komentar di akun twitternya @permadiaktivis, marah besar dan meminta dirinya membuktikan atas hal itu.

"gara2 FPI geruduk asrama Papua di Surabaya.. sekarang warga Papua marah tidak terima sampai rusuh bakar2an. jadi pertanyaannya: APA manfaat ormas FPI sebenarnya? selain geradak geruduk warung, rumah ibadah, agama & etnis minoritas picu konflik horizontal?" cuitnya, Selasa (20/08/2019).

Cuitan itupun mendapat respon komentar warganet sebanyak 2 ribu akun, baik yang pro dan mendukung cuitan Abu Janda maupun yang kontra atas hal itu.

Dalam cuitannya Abu Janda juga melampirkan tautan sebuah berita dari media cnnindonesia.com dengan judul "Asrama Papua di Geruduk Masa Beratribut FPI" yang ditayangkan Jumat (16/08/2019).

Dalam isi pemberitaan tersebut, di paragraf kedua dituliskan, "Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dari ratusan massa yang memadati depan asrama mahasiswa itu, ada yang mengenakan atribut ormas Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP). Namun, sebagian besar dari mereka mengenakan pakaian bebas."
 

Dilanjutkan dengan paragraf berikutnya, "Sekelompok orang dari massa tersebut menyanyikan lagu bernada kebencian dengan lantang yang ditujukan bagi penghuni asrama mahasiswa."

Tulisan itu yang dimungkinkan membuat Abu Janda pun yakin, bahwa di balik kerusuhan warga Papua sampai bakar-bakaran, dikarenakan FPI. Hal ini pula yang diamini oleh warganet yang pro dengan pernyataan Abu Janda serta meminta FPI dibubarkan.

@aryatina179 menuliskan, "Knp fpi tdk dibubarkan sih? Fpi udah jelas2 pembuat adu domba dimana mana koq masih dibiarkan berkeliaran. Yg parahnya yg percaya pd org2 fpi krn alasan seagama. Ya Allah jauhkanlah kawasan kami dr fitnah & adu domba kejam akhir zaman ini ya Allah. Aamiin aamiin yarobbal alaamiin," tulisnya.

Warganet lainnya, memberikan komentar sebaliknya dengan cuitan Abu Janda. @Panji_Agama, "Maknya baca berita.. Disana ada ormas PP, Ada warga dan Ada tentara juga.. Kenapa yang disalahkan FPI..? Benci bgt sama FPI," cuitnya.
 

Lainnya pun menumpahkan kemarahan kepada Abu Janda yang dianggap melakukan provokator dan membenci FPI. Bahkan ada warganet yang menantang Polri untuk menangkap Abu Janda.

@IlhamRachharko, "Berani menangkap Abu Janda ! Buktikan kalo @DivHumas_Polri punya Nyali," cuitnya yang senada @011Dsa, "Tolong @DivHumas_Polri segera TINDAKLANJUTI pngaduan masyarakat terkait provokasi, fitnah, & adu domba antar kelompok & masyarakat, yg dilakukan oleh @permadiaktivis yg tlah mmbuat situasi negara mnjadi caos & kerusuhan masal horisontal.!!" geramnya.

Warganet lainnya juga meminta kepada media masa yang cinta damai untuk ikut serta menyebarkan tagar yang sedang ramai di Indonesia ini. Melalui @Lanange80316747, warganet meminta, "Ayo dong media2 yg cinta damai, yg gak mau negara ini di pecah belah di rusak kedamaiannya sm oknum oknum provokator perusak persatuan..Up ini tagar. Kita NKRI, sumpah kita muak di adu domba buzzer pengejar rente,".

Berbagai permintaan warganet yang kontra dengan cuitan Abu Janda juga didorong dengan adanya pernyataan dari Polri. Dimana, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyatakan, unjuk rasa berujung kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019) kemarin, disebabkan oleh massa yang terprovokasi konten negatif di media sosial terkait penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

"Mereka boleh dikatakan cukup terprovokasi dengan konten yang disebarkan oleh akun di medsos terkait peristiwa di Surabaya," ujar Dedi yang juga menekankan konten di medsos dan tersebar di antara warga Papua, dapat membangun opini bahwa peristiwa penangkapan mahasiswa Papua adalah bentuk diskriminasi. 
"Bahkan, termuat praktik rasisme di sana," ucap Dedi.