Ilustrasi 'Isi Piringku' (Foto: Istimewa)

Ilustrasi 'Isi Piringku' (Foto: Istimewa)



MALANGTIMES - Sosialisasi 'Isi Piringku' terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ke berbagai elemen masyarakat tak terkecuali anak remaja.

Anak remaja masa kini atau dikenal sebagai kaum milenial memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, karenanya beragam jenis makanan akan masuk dengan mudahnya.

Padahal, belum tentu makanan yang mereka pilih masuk dalam taraf gizi yang sehat. Apalagi, banyak muncul jenis makanan siap saji atau junk food. Jika terus dikonsumsi terus menerus bukan tidak mungkin akan berefek pada kesehatan di kemudian hari. Karenanya, pemenuhan gizi yang tepat dirasa harus ditanamkan sejak dini untuk remaja.

"Dengan mengetahui isi piringku terkait komposisi dari makanan yang dia makan, kualitasnya, kemudian dari segi jumlahnya akan terpenuhi dengan baik. Prinsipnya adalah 'you are what you eat' (kamu adalah apa yang kamu makan). Dan yang pasti dia (remaja putri) juga akan terhindar dari masalah anemia," ujar Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST, MM.

Lalu seperti apa yang harus dipenuhi para remaja untuk menerapkan gaya hidup sehat tersebut? Tidak hanya porsi makanan 'Isi Piringku' yang harus sesuai yakni, dengan komposisi 1/3 makanan pokok, 1/3 sayur-sayuran, 1/6 buah-buahan, dan 1/6 lainnya mengandung protein hewani dan nabati.

Nah, para remaja juga harus memperhatikan jadwal makan mereka agar gizinya bisa terpenuhi dengan maksimal. Dimana, prinsip masuknya makanan kepada seorang manusia paling tidak setiap tiga jam sekali.

"Katakanlah saat sarapan, setiap anak sekolah makan pagi pukul 06.00, dengan menu utama lengkap yang kita ibaratkan komposisi 'Isi Piringku'. Seperti ada protein hewani seperti telur, daging, ayam, ikan dan nabatinya. Lalu sayurnya, lauk pauknya kemudian nasi sebagai karbohidrat atau bisa diganti mie dan roti," imbuhnya.

Jadwal lanjutannya, ia menjelaskan yakni setelah 3 jam sekitar pukul 09.00. Pasalnya di jam ini perut seseorang sudah mulai kosong, dan anak-anak sekolah akan mulai jajan. "Disinilah perlu dikenalkan dengan jajanan yang sehat. Jadi perut tidak kosong dengan konsumsi makanan ringan yang menyehatkan," ungkapnya.

Kemudian di tiga jam berikutnya pukul 12.00 untuk mengkonsumsi makanan utama lagi. Lalu, sekitar pukul 14.00 makanan ringan kembali, dan terakhir pada pukul 18.00 makan utama kembali.

"Jadi misal prosentase dalam sehari makan itu 100 persen, selingannya itu antara 10-15 persen saja. Jadi untuk makan utamanya yang banyak, terutama makan siang ya. Karena aktivitas juga banyak di waktu siang hari," pungkasnya.

End of content

No more pages to load