Kurangi Sampah Plastik, Kampung Wolu Merjosari Pakai Besek Bagi Daging Kurban

Aug 11, 2019 14:10
Proses membungkus daging kurban dengan besek sebelum dibagikan ke warga Kampung Wolu (Hendra Saputra)
Proses membungkus daging kurban dengan besek sebelum dibagikan ke warga Kampung Wolu (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Anjuran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bahwa masyarakat setidaknya membiasakan untuk mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sudah mulai ditumbuhkan oleh warga Kampung Wolu, RT 8 RW 9, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Ketika membagikan daging kurban, mereka tidak lagi menggunakan kantong plastik, melainkan menggantinya dengan besek.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Sebelumnya telah banyak imbauan dan ajakan hingga aturan berkaitan tentang pengurangan penggunaan plastik yang dilakukan Pemkot Malang. Namun hasilnya masih belum begitu terlihat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam suatu waktu sempat menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016. Tidak hanya itu. Volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 lalu. Sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang didominasi sampah plastik.

Karena fakta itu pula, tokoh Kampung Wolu mencoba merangsang seluruh warganya untuk mengurangi sampah plastik di lingkungannya. Salah satunya dimulai dengan mengubah tradisi pembagian daging kurban pada Idul Adha 1440 H tahun 2019 ini. Hang biasanya memakai kantong plastik diubah menjadi besek dari bambu.

Salah satu warga Kampung Wolu, Yanto, mengaku bahwa pada Idul Adha tahun ini adalah kali pertama  lingkungannya menggunakan besek.

"Kami berharap Kampung Wolu bisa mengurangi sampah plastik. Dan hal ini bisa dilakukan di kampung-kampung yang lain," ungkapnya kepada MalangTIMES.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Lebih dari itu, Yanto menambahkan bahwa ia cukup senang melihat wilayah kampungnya bisa menggunakan besek untuk pembagian daging kurban tahun ini.

"Ini juga akan kami tularkan kepada generasi kampung setelah kami. Agar nantinya tetap bisa menjaga ekosistem di wilayah Kampung Wolu," harapnya.

Proses penyembelian hewan kurban Kampung Wolu dilakukan di depan Musalah Al-qona'ah di wilayah RT 8 RW 9 Kelurahan Merjosari. Ada 2 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang disembelih dan akan dibagikan sebanyak 200 kupon.

 

Topik
Anjuran Pemerintah Kota Malangmengurangi sampah plastikKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananpembagian daging kurban dengan besek

Berita Lainnya

Berita

Terbaru