Warga Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo saat memawa encek sambil mengenakan saron menuju Punden Gondorejo.

Warga Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo saat memawa encek sambil mengenakan saron menuju Punden Gondorejo.



MALANGTIMES - Beragam adat istiadat tidak bisa ditinggalkan oleh warga Kota Batu dalam merayakan selamatan desa. Seperti di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Senin (5/8/2019).

Selamatan desa itu dilakukan dengan kenduri (selamatan), encek merupakan sebuah wadah kenduri yang berasal dari pelepah pisang yang dibentuk persegi. 

Terdapat anyaman bambu untuk menopang makanan. Totalnya ada 500 encek yang mengiringi selamatan ini.

“Anyaman bambu ini sebelumnya sudah dibuat oleh warga Dusun Gondorejo secara gotong royong untuk kenduri,” ungkap Sogik Panitia Bersih Desa Oro-Oro Ombo.

Sebelum diletakkan di atas encek, makanan terlebih dulu dibungkus dengan daun pisang serta diselipi daun kelapa muda atau Janur. Penyajian itu bermakna menanti cahaya surga, tersaji dalam encek tersebut.

Di dalam encek itu tersaji nasi, ingkung (ayam utuh) dan lauk-pauk. Kemudian saling ditukarkan dan dibagikan, dibawa pulang oleh warga. Sebelum encek itu dikumpulkan menjadi satu, terlebih dahulu bdiletakkan di sepanjang jalan Desa Berran menuju Punden Gondorejo.

Saat mereka membawa encek itu dari rumah, tidak terlewatkan menggunakan pakaian khas tradisional yakni sarung celono (sarno), slempang sarung dan udeng. Pakaian Sarno ini sudah menjadi budaya leluhur pada waktu melaksanakan ritual kenduri seperti ini. “Jadi kita angkat kembali budaya pakaiannya juga,” imbuhnya.

Kemudian saat menuju punden sambil membawa encek itu diiringi gending dan cucuk lampah hingga sampai di Punden Gondorejo. Dilanjutkan dengan pembakaran merang dan kemenyan, diiringi tari budaya lokal. 

Lalu dilakukan pembacaan doa hingga makan bersama. Ia menjelaskan adanya kenduri encek sambil menggunakan pakaian adat sarno ini untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal yang masih dijalankan masyarakat khususnya di Dusun Gondorejo. Juga mempererat kerukunan dan kegotongroyongan warga sekitar.

“Budaya Kenduri selamatan dusun yang diadakan Punden Gondorejo berencana diangkat dan dijadikan Destinasi Wisata Religi/Ritual Budaya di Kota Batu,” tutup Sogik.

End of content

No more pages to load