Cat Mulai Pudar, Kampung Warna-Warni Kota Malang Di-touch Up Bertahap

Jul 24, 2019 20:19
Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang tengah direvitalisasi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang tengah direvitalisasi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dipermak dari permukiman kumuh menjadi lokasi wisata pada 2016 lalu, Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) Kota Malang direvitalisasi secara bertahap. Terutama untuk pembaruan catnya yang sebagian mulai memudar. Selain itu, warga juga berinisiatif menambah fasilitas tempat berteduh bagi wisatawan. 

Lurah Jodipan, Meidy Hazran mengungkapkan revitalisasi cat sudah mulai dilakukan tahun anggaran 2019 ini. Ibarat make-up, dinding maupun genting rumah warga yang dicat beraneka warna itu di-touch up di titik-titik yang membutuhkan. 

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

"Saat ini sudah mulai pengecatan. Namun, membutuhkan waktu dan proses. Sebab, membutuhkan orang yang benar-benar ahli, utamanya untuk mengecat genteng," terangnya.

Menurutnya, kelurahan juga sudah menyiapkan anggaran khusus untuk pembangunan maupun kegiatan yang dilakukan di KWJ. 

"Setiap tahun, kami sudah anggarkan. Sebab, sudah dibahas dalam Musrenbang Kelurahan. Tidak hanya KWJ saja, setiap RW juga kami beri support setiap kegiatan apapun," tegasnya.

Sementara itu, untuk pembangunan lapangan di sisi jembatan kaca, menurut Meidy merupakan inisiatif warga setempat. Pembangunan tersebut berdasarkan hasil swadaya masyarakat yang dikumpulkan dari tiket masuk. 

"Itu dibangun, tetapi tidak pakai anggaran Pemkot Malang, tujuannya untuk membuat wisatawan nyaman, RW sekitar berinisiatif untuk membangun tenda agar para wisatawan yang datang bisa berteduh," urainya.

Sebelumnya, lanjut Meidy, di lokasi lapangan tersebut memang sudah dipasang atap dan tenda semi permanen. Namun, kerap hilang akibat terkena angin. Sehingga, warga membangun tenda peneduh menggunakan tiang besi agar tidak lepas seperti sebelumnya. 

Baca Juga : Cegah Corona, Tempat Pariwisata di Kota Malang Tutup Total

"Harapannya, wisatawan atau tamu yang datang tidak kepanasan. Bisa berteduh di sana sambil foto-foto juga," papar dia.

Lebih lanjut, Meidy menjelaskan, pembangunan tersebut berasal dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan dari pendapatan tiket. 

"Setelah musyawarah, ide tersebut kemudian direalisasikan. Anggarannya dari mereka sendiri, dari uang masuk tiket," pungkasnya. 

 

Topik
Malang Berita Malang Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang fasilitas tempat berteduh bagi wisatawan jembatan kaca

Berita Lainnya

Berita

Terbaru