Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Cu Chi Tunnel, Giat Membakar Semangat Generasi Indonesia

Penulis : - Editor : Lazuardi Firdaus

17 - Jul - 2019, 21:35

Placeholder
Mistin Mpd, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kota Batu (tengah: sedang berpose di tengah-tengah kawasan Cu Chi Tunnel Vietnam pada 2018)

MALANGTIMES - Berlibur ke luar negeri, siapa takut. Tapi, Anda harus memilih negara yang punya sejarah bagus buat generasi dan menambah wawasan. Salah satunya negara Vietnam.

Di negara yang memiliki kota-kota besar: Hanoi, Haiphong, dan Ho Chi Minh ini, bisa menjadi pelajaran. Kebijakan pemerintah memetamorfosiskan lubang bersejarah dan terowongan menjadi destinasi objek wisata.  Sehingga membuat penerus bangsa, bangga akan perjuangan mempertahankan tanah air.

Mengingat momen kemerdekaan Agustus di depan mata. Mengajak generasi muda mau menghargai akan jejak sejarah. Dan membakar semangat guna mempertahankan kemerdekaan. Serta menjauhkan dari kolonialisme dan imperialisme.

Penulis pernah terbang dan menuju objek wisata: Cu Chi Tunnel. Sebuah wilayah yang kurang lebih 70 kilometer barat laut dari Saigon,  Ho Chi Minh. Menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih dua jam dari ibukota Vietnam.

Pihak manajemen wisata menyiapkan guiders untuk menuju ke titik lokasi wisata. Perlu diketahui, Cu Chi Tunnel dulunya, laksana hutan. Namun, sebenarnya, daerah penduduk warga setempat. Saat konflik perang antara Amerika dengan Vietnam mencuat. Warga setempat berupaya melakukan penyelamatan. Bertekad mempertahankan kehormatan dan tanah kelahiran mereka dengan tetap melakukan perlawanan.

Bagi mereka pilihan mati syahid adalah hidup mulia. Untuk itu, warga setempat punya cara mempertahankan martabat dengan mengeruk lubang dan menggali terowongan panjang. Hasilnya, dari bawah tanah inilah mereka gunakan basis bergerilya. Mengamati musuh dari bawah. Teknik mempertahankan lawan versus negara adidaya, Amerika.

Dikatakan sang pemandu wisata, negara The United States of America (USA) sempat malu dan tertampar mukanya pada saat perang melawan negara bermata uang dong. Sebab, pada masa itu warga sangat kompak, tangguh, dan bersatu padu. Serta tidak berhasrat menyerah begitu saja kepada negara yang dipimpin Donald Trump.

Kompaknya di mana..? Kala itu, semua penduduk laki-laki diwajibkan membuat terowongan dan mengeruk tanah secara diam-diam. Sementara yang perempuan bertugas untuk membuang tanah hasil galian mereka.

Tentu saja warga dan penduduk setempat bekerja sampai malam hari. Upaya tersebut agar lubang dan terowongan cepat selesai. Bahkan, para wanita harus berupaya mengenakan pakaian serba warna hitam.  Agar tidak terlihat saat kegelapan malam tiba.

Terowongan-terowongan itu bisa menyambung antara yang satu dengan yang lain. Di dalamnya terdapat: dapur, kamar tidur, ruang pertemuan, gudang senjata dan rumah sakit. Ada yang pembuatannya berpola zig-zag, bertingkat dan terdapat lubang udara yang mengarah keluar. Semacam ventilasi untuk penghuni bawah tanah. Bermanfaat untuk bernafas bagi mereka yang hidup di dalam tanah.

Ujung terowongan ini ada yang tembus ke sungai, pantai dan ke laut. Walhasil, didesain agar bisa menyelamatkan diri dan melarikan diri. Bisa juga keberadaan terowongan ini sampai tembus ke seberang gunung dan hutan dalam.

Bagaimana kalau ketahuan musuh..? Orang Vietnam tidak habis pikir. Kalau sampai ketahuan tentara dari negara yang memakai mata uang dolar Amerika Serikat (US$). Kadang-kadang pintu masuk diberi duri, tombak runcing besi dan dilumuri dengan racun serta gas mematikan dengan tujuan untuk membunuh lawan.

Ada juga jebakan model lain, bukan tombak, tapi jarum-jarum besar yang diletakkan di seputar lubang. Di saat ada orang yang menginjak, langsung menusuk bagaikan anak panah yang melesat menancap pada yang menyentuhnya.

Bahkan, orang Vietnam cukup cerdik. Sebab, untuk mengelabui musuh, supaya lubang -lubang tidak disangka sebagai tempat persembunyian, mereka membuat semacam rumah-rumah semut, atau dikasih tanaman bambu. Dan semak-semak belukar. Berkamuflase.

Maka, pola pembuatan lubang juga bervarian: ada yang berukuran kecil yang hanya cukup buat orang berdiri saja. Lalu, pada atasnya ditutup dengan dedaunan kering. Ada juga lubang kecil yang hanya untuk ukuran orang Asia saja. Sebab, musuh memiliki tubuh tambun dan gemuk. Sehingga agak sulit bila dimasuki tentara adikuasa itu.

Fungsi lain adanya lubang tidak hanya untuk bersembunyi. Namun, untuk jalan tembus mereka melakukan penyerangan dan mengelabui musuh. Sehingga tentara dari negara ibukota Washington DC cepat akan kehilangan jejak. Karena warga bisa lari dan masuk ke dalam lubang yang ada di dalam tanah.

Tidak berhenti di situ saja.  Keunikan lain, orang Vietnam pandai membuat sandal khusus dengan pola terbalik di saat perang berlangsung. Yaitu:  mendesain sandal bagian depan ditaruh pada belakang, yang bagian belakang dijadikan posisi depan. Tentu dengan tujuan mengecoh lawan. Misal, jika mereka jalan ke timur, maka dianggap lawan seolah mereka berjalan ke barat. Melangkah maju padahal berniat mundur.

Menarik bukan. Ini perjalanan wisata edukasi. Berlibur sambil belajar menambah wawasan. Semoga pemerintah Indonesia punya kebijakan dan memanfaatkan titik lokasi sejarah setempat. Sebagai destinasi wisata yang bisa mendatangkan turis asing dan wisatawan lain. Selamat berlibur. Salam sejarah.

Penulis : Mistin Mpd, Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kota Batu


Topik

Wisata malang berita-malang objek-wisata jejak-sejarah wisata-edukasi Hanoi-Haiphong-dan-Ho-Chi-Minh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Editor

Lazuardi Firdaus