Perwakilan dari Erasmus yang melihat produk mahasiswa di STIE Malangkucecwara. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Perwakilan dari Erasmus yang melihat produk mahasiswa di STIE Malangkucecwara. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pembangunan inovasi dan pengeksploitasi ide-ide baru dalam bidang entrepreunership yang diterapkan dalam pengembangan lokal dan ekonomi regional dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia melalui hibah dana dari Erasmus+.  Salah satu perguruan tinggi tersebut ialah STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Malangkucecwara (ABM). Erasmus+ sendiri merupakan bagian dari program Uni Eropa dalam bidang pengembangan pendidikan. 

Melalui hibah dari Erasmus sebesar 1,5 miliar, STIE Malangkucecwara menjalankan program-program entrepreneurship dan mendirikan ABM Hub atau Growth Hub. ABM Hub adalah tempat pertemuan antara pelaku bisnis, mahasiswa, dosen, maupun stakeholder lainnya untuk sharing perkembangan usaha, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan. "Di sini (ABM Hub) untuk interaksi antarmahasiswa yang berminat jadi wirausahawan. Wirausahawan nanti juga akan datang ke sini, saling bertukar pikiran. Jadi ruangan ini untuk bertukar pikiran," ujar Ketua Jurusan Akuntansi, Dra RR Widanarni Pudjiastuti Ak MSi CA CPA saat ditemui di ruangan ABM Hub, Rabu (26/6).

Perlu diketahui, dalam project Erasmus+ ini, STIE Malangkucecwara (ABM) juga bekerja sama dengan 7 kampus di tanah air.  Yakni, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta), President University (Jakarta), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD Yogyakarta).

Tak hanya itu, project ini juga bersinergi dengan Dublin Institute of Technology (Irlandia), Fachhochschule des Mittelstands (Jerman), dan University of Innsbruck (Austria). "7 universitas ini yg mendapat hibah tadi. Program-programnya selama 3 tahun. Tujuan utama mengembangkan kewirausahaan. Salah satunya difasilitasi membuat ruangan, tempat bertemu, yang namanya Growth Hub atau ABM Hub ini," jelasnya.

STIE Malangkucecwara sendiri memanfaatkan ABM Hub untuk pertemuan alumni wirausahawan untuk menyampaikan materi-materi bisnis. "Growth Hub menjadi tempat bertemunya mereka. Di situ terjadi diskusi, komunikasi, ide-ide baru muncul, saling tukar informasi, market juga terbentuk di situ, dan disiapkan tenaga-tenaga yang bisa diajak berkomunikasi yang bisa memberikan advice, mahasiswa, alumni, dosen, karyawan, atau bahkan UKM-UKM yang ada di malang," timpal Wakil Ketua III Kemahasiswaan STIE Malangkucecwara, Dr Drs Kadarusman Ak MM CA.

Berkat hibah Erasmus ini, enterpreneurship mahasiswa di STIE Malangkucecwara sendiri terus berkembang dari waktu ke waktu. Satu hal yang menjadi keunikan STIE Malangkucecwara sendiri adalah pada saat mahasiswa masuk, mereka akan mendapat satu matakuliah bernama Mega Creativity.  Matakuliah ini mengajak mahasiswa untuk berpikir kreatif. "Ketika mereka berpikir kreatif muncullah ide ide bisnis yang unpredictable. Terus ditunjang dengan matakuliah namanya enterpreneurship sehingga memunculkan banyak potensi-potensi entrepreneur yang ada di STIE," beber Kadarusman.

Potensi-potensi itu tercermin dengan semakin meningkatnya jumlah yang lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).  Dalam kurun waktu 4 tahun berturut-turut, mahasiswa STIE Malangkucecwara masuk Best 10 Pimnas (Pekan Ilmiah Nasional). Perlu diketahui, perwakilan dari Erasmus rutin melakukan evaluasi ke Indonesia.  Hari ini, Rabu (26/6) perwakilan dari Erasmus mendatangi STIE Malangkucecwara dan Universitas Brawijaya. "Harapan besar dari hibah Erasmus adalah menjadi Enterpreneur University," tandas Widanarni.

End of content

No more pages to load