Kampung Biru Arema di kawasan Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kampung Biru Arema di kawasan Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Merupakan wilayah hunian padat penduduk, Kota Malang bisa disebut minim potensi wisata alam. Meski demikian, pemerintah setempat terus mengembangkan konsep kampung tematik untuk mendorong kunjungan wisata. Saat ini, terdapat sekitar 20 lokasi tematik berbasis kampung yang menawarkan berbagai konsep. 

Beberapa kampung tematik di Kota Malang yang telah eksis di antaranya Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Budaya Polowijen, Kampung Tridi, Kampung Biru Arema, Kampung Gribig Religi, Kampung Putih, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Kramat, dan Kampung Rolakku Indah. Juga ada Kampung Haritage Kayutangan, Kampung Tempe Sanan, Kampung Gerabah Penanggungan, Kawasan Wisata Tradisi Polowijen.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, Pemkot Malang mendorong kampung tematik di daerah tersebut bisa lebih kreatif. Sehingga, dapat menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional. "Kami terus melakukan pelatihan dan pendampingan bagi kampung-kampung tematik. Saat ini ada 20 kampung tematik yang sebagian besar justru inisiatif dari warga," sebutnya.

Menurut Dayu, sapaan akrabnya, pendampingan tersebut dilakukan melalui pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di masing-masing kampung tematik. Selain itu, Disparbud menggandeng swasta dan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan seperti pembelajaran bahasa Inggris, produksi cenderamata, dan lain-lain. "Selain kampung wisata, kami juga akan menguatkan sentra industri sebagai wisata edukasi seperti keramik gerabah rotan tempe dan olahan buah," katanya.

Lewat pelatihan tersebut, lanjut Dayu, diharapkan dapat meningkatkan wawasan para pengelola wisata juga merupakan masyarakat setempat. Pengembangan pariwisata yang paling utama adalah pengembangan SDM dan tata Kelola kelembagaan. "Tujuannya, agar destinasi wisata dikreasi lagi sedemikian rupa yang unik, antik, menarik dan mempunyai kekhasan lokal," tuturnya.

Pada 2019 ini, pihak Disbudpar Kota Malang menargetkan angka 5,5 juta wisatawan. Target tersebut naik sekitar 10 persen dari capaian tahun sebelumnya. Pada 2018 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang mencapai 4,8 juta wisatawan Nusantara dan 15.034 wisatawan mancanegara. 

Sementara itu, Ketua Forkom Pokdarwis Jawa Timur M. Purnomo Anshor mengungkapkan pentingnya tata kelola wisata sekaligus strategi pemasaran yang profesional. "Tata kelola penting untuk memperkuat kelembagaan melalui pokdarwis agar bisa membuat jejaring dan paket wisata," ungkap pria yang pernah menerima Satya Lencana Kepariwisataan 2018 itu.