Ilustrasi gaya rambut belah kanan (Ist)
Ilustrasi gaya rambut belah kanan (Ist)

MALANGTIMES - Masyarakat sempat heboh dengan adanya pemberitaan mengenai helai rambut Nabi Muhammad SAW yang diserahkan Dewan Ulama Thariqah Internasional Turki kepada penyanyi Opick atau Aunur Rofiq Lil Firdaus, beberapa bulan lalu. Hal tersebut sempat membuat banyak kalangan yang akhirnya berkomentar, khususnya mengenai keaslian rambut Nabi Muhammad yang kini berada di Rumah Umat Tombo Ati, Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Lepas dari berbagai komentar itu, banyak juga masyarakat yang penasaran untuk mengetahui bagaimana sebenarnya gaya atau style rambut Nabi Muhammad di zaman beliau hidup. Tujuannya sebagai referensi bagi umat Islam dalam merawat rambut sampai pada berbagai hal terkait sunah Rasul terkait hal itu.

Dari berbagai literatur, misalnya dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW Jilid III karya KH Menawar Chalil, disebutkan bahwa Nabi memiliki rambut berombak, tidak keriting, dan tidak pula lurus. Rambut Nabi panjangnya terkadang sampai antara kedua telinganya dan juga kerap sampai tengkuknya. Tidak tidak terlalu panjang tapi rambut Nabi Muhammad lebat, seperti yang dinukil dari HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Aisyah Ra). Pun seperti yang diriwayatkan melalui HR Nasa’i dari Anas bin Malik Ra.

“Beberapa riwayat menerangkan bahwa panjang rambut Nabi SAW sampai ke atas kedua bahunya atau sampai ke cuping kedua telinganya. Kadang-kadang sampai ke pertengahan kedua telinganya. Kadang-kadang dibiarkan sampai ke bahunya,” tulis Moenawar Chalil dalam Tarikh Nabi Muhammad SAW Jilid III, Gema Insani Press (cetakan 1, 2001).

Selain ciri rambut Nabi Muhammad tersebut, Abd. Moqsith Ghazali melalui karyanya Dalam Argumen Pluralisme Agama: Membangun Toleransi Berbasis al-Qur’an, dikutip dari keterangan Ibn Katsir dalam al-Bidayat wa al-Nihayat, Juz VI, menyebut bahwa Rasulullah sangat menyukai model atau style rambut yang terurai lepas. 

Rambut yang terurai lepas tersebut tidak lepas dari gaya rambut zaman Nabi Muhammad. Rambut setengah gondrong yang diurai lepas itu dibelah tengah. Pengarah gaya rambut Nabi Muhammad yang kerap menyisir dengan belah tengah adalah istri tercinta Nabi, Aisyah Ra.

Tapi, sebelum menyukai style rambut dibelah tengah, Rasulullah pernah juga menyukai gaya jambul di depan, seperti diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Sahih Bukhari, bersumber dari sahabat Ibn Abbas Ra. Beliau mengatakan Rasulullah semula kalau menyisir rambut memakai jambul di depan. 

Gaya rambut Nabi Muhammad tersebut merupakan tradisi orang-orang musyrikin. Tapi kemudian Rasulullah mengubah cara menyisir rambutnya dengan dibelah ke kanan dan ke kiri yang juga merupakan tradisi orang-orang Yahudi dan Nasrani. Nabi pun menjatuhkan pilihannya dengan  model atau style rambut belah kiri dan kanan. 

"Makanya Ibn Abbas mengatakan Rasulullah suka untuk menyamai orang-orang Yahudi dan Nasrani selama tidak ada larangan," kata Ali Mustafa Yaqub. "Jadi, Islam itu sebenarnya sangat lentur. Yang bikin sumpek dan kaku itu sebagian orang Islam yang tasyaddud (mempersulit diri)." pungkas mantan imam Masjid Besar ini.