Diagram rute daftar online pendakian Gunung Semeru. (Foto: Dokumen BB TNBTS)

Diagram rute daftar online pendakian Gunung Semeru. (Foto: Dokumen BB TNBTS)



MALANGTIMES - Minat pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat setelah dibuka kembali per 12 Mei 2019 lalu. Namun, para pencinta alam kini tidak bisa asal datang dan melakukan pendakian. Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan sistem pendaftaran online atau daring bagi seluruh pendaki. 

Artinya, sebelum datang ke Pos Pendakian Semeru, pendaki harus terlebih dulu melakukan booking. Kepala BB TNBTS John Kennedie mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk mencegah kepadatan di jalur pendakian. Selain itu, juga untuk mengutamakan keselamatan pendaki. 

Menurut John, BB TNBTS melakukan pembatasan jumlah pendaki yang naik di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu untuk mengatur kepadatan jalur pendakian. "Saat ini batasan jumlah pendaki di Gunung Semeru adalah 600 orang per hari. Untuk itu, sebelum datang kami harap untuk melakukan pendaftaran online agar tahu apakah masih ada kuota untuk tanggal yang dijadwalkan," sebutnya.

Sebelum mendaki Gunung Semeru, lanjutnya, wisatawan diwajibkan mengisi formulir pendaftaran melalui website bookingsemeru.bromotenggersemeru.org. Layanan booking pendakian online ini dilengkapi fitur virtual account yang memudahkan pendaftaran. "Jadi tidak harus melalui mekanisme menunggu konfirmasi admin pendakian BB TNBTS," urainya. 

Dia menguraikan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan calon pendaki. Pertama, pendaki harus login ke website dan harus mencermati SOP pendakian sebelum melakukan pendaftaran. Lalu, memilih tanggal berangkat dan tanggal pulang. Dilanjutkan dengan pengisian formulir yang tersedia. Meliputi biodata, alamat serta konfirmasi pembayaran tiket masuk dan asuransi. 

Setelah menerima SMS konfirmasi, calon pendaki harus mengecek kode booking untuk mendapatkan virtual account. Melalui virtual account itu juga dilakukan untuk melakukan pembayaran maksimal 5 jam setelah pendaftaran. Baru kemudian, calon pendaki bisa mencetak bukti pembayaran, surat pernyataan, serta daftar perlengkapan yang akan dibawa ke lapangan. 

John mengimbau masyarakat yang akan mendaki Gunung Semeru untuk memperhatikan prosedur, mempersiapkan kondisi fisik dan menggunakan jalur resmi. "Lebih penting adalah ikut melestarikan ekologi kawasan TNBTS dengan tidak membuang sampah dan mengganggu flora-fauna sepanjang pendakian," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load