Wali Kota Malang Sutiaji saat berburu buku di Toko Buku Bayakub, Minggu (13/5/2019) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji saat berburu buku di Toko Buku Bayakub, Minggu (13/5/2019) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Sosok Wali Kota Malang Sutiaji bagi sebagian orang memang bukan hanya dikenal sebagai seorang Wali Kota dan pemimpin daerah saja. 

Ia juga sering dipanggil pak ustaz lantaran sering melakukan tausiah dalam berbagai kesempatan, dari masjid ke masjid.

Rutinitas sebagai pendakwah itu pun sudah ia lakukan jauh sebelum menjabat Wali Kota Malang seperti sekarang. 

Dikenal sebagai sosok religius, pria berkacamata itu juga sering menjalankan ibadah puasa Daud.

Jadi tak heran juga, jika alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim ini memiliki sederet buku dan literasi keagamaan yang jumlahnya seabrek. 

Meski disibukkan dengan rutinitas sebagai seorang kepala daerah, hobi memburu buku keagamaan masih terus ia lakoni sampai sekarang.

Seperti yang dilakukannya pada Minggu (12/5/2019) siang tadi misalnya. 

Suami Widayati Sutiaji itu sengaja mampir ke toko buku langganannya yaitu Toko Buku Bayakub yang berada di pojok Jalan Embong Arab (Jl. Kapten Piere Tendean; red).

Sutiaji sengaja berburu buku untuk menambah literasinya usai menghadiri rapat koordinasi rencana kunjungan Presiden RI, Joko Widodo terkait peresmian Tol Malang Pandaan di Balai Kota Malang.

Toko buku yang cukup legendaris itu pun menyimpan banyak kenangan. Di mana di toko buku itulah, Sutiaji muda sering berburu buku yang selalu dijadikan literasi dan bahan belajar sebagai seorang mahasiswa.

"Saya memang sudah lama langganan, sejak masih mahasiswa dulu," katanya saat dikonfirmasi MalangTIMES, Minggu (12/5/2019).

Dia bercerita, toko buku Bayakub merupakan salah satu toko buku langganannya sejak masih muda. 

Sederet kitab tafsir dan buku keagamaan yang ia miliki saat ini pun banyak yang berasal dari toko tersebut.

"Koleksi buku saya ada banyak, lebih suka baca buku filsafat, tasawuf, dan ilmu sosial," imbuhnya.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Pak Ji ini bercerita jika alasan dia menyukai buku Filsafat dan Tasawuf adalah dikarenakan keduanya penuh makna. Ada banyak pesan yang disampaikan di dalam buku-buku tersebut.

Salah satunya adalah pesan moral dan ajaran yang penuh makna. 

Ia berharap, ketika membaca buku-buku tersebut ia mampu membersihkan hati dan tidak sombong. 

Termasuk mampu bersosialisasi dengan baik dan dapat menerapkan setiap ajaran yang ada untuk sehari - hari.

"Saya berharap dengan membaca buku filsafat atau tasawuf dapat membersihkan hati, dan mampu bersosial dengan baik," jelasnya.

Sementara pada kesempatan Minggu (12/5/2019) tadi siang, Sutiaji sengaja mencari literasi tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Maudhu’ serta tafsir Syiayah (tafsir politik atau strategi). 

Buku-buku itu sengaja ia buru hanya dengan ditemani seorang sekretaris pribadi yang setia menemani.

Selain Toko Buku Bayakub, Gramedia dan Togamas merupakan toko buku favorit yang sering ia kunjungi sejak masih muda. Baik saat sendiri maupun berburu buku bersama dengan keluarga.

End of content

No more pages to load