MALANGTIMES - Memasuki era industri 4.0, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tampaknya tidak ingin menjadikan kemajuan itu sebagai isapan jempol belaka. Pemkot sadar era saat manusia harus mengenal dunia virtual itu kini mulai diterapkan di berbagai lini.

Salah satunya potensi mengembangkan industri ekonomi kreatif untuk menjadikan perekonomian di Kota Malang terangkat. Setidaknya, tidak kurang dari 70 komunitas start up yang telah terbentuk memiliki produk ekonomi kreatif.

"Kami sudah mendeklarasikan bahwa Kota Malang sudah memasuki era 4.0. Bisa dilihat dari komunitas yang dihasilkan. Tinggal nanti itu dibarengi dengan penguatan-penguatan yang bisa berimbas pada pergerakan ekonomi mikronya," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Menurut dia, pengembangan di dunia industri ekonomi kreatif tersebut bisa menanggulangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Malang. Itu lantaran selama ini banyak pengangguran terbuka yang dinilai memiliki keterampilan lain. Hanya, mereka belum memiliki wadah untuk menyalurkan hal itu.

"Kami konsen pada ekonomi kreatif kenapa? Karena pengangguran terbuka kita cukup tinggi. Dan mereka ini kebanyakan masuk kategori pengangguran aktif. Mereka punya ketrampilan, punya pengetahuan, tapi belum ada linear dengan lapangan kerja," imbuh pria yang hobi main bulu tangkis itu.

Apalagi, Kota Malang juga menjadi referensi di bidang IT (teknologi informasi). Sehingga, adanya pengembangan industri ekonomi kreatif tersebut diharapkan mampu membawa masyarakat Kota Malang untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

"Insya Allah kita dijadikan referensi yang lain. Tapi itu tetap harus kita arahkan. Dengan ekonomi kreatif, nanti mereka-mereka ini bukan hanya menunggu kesiapan lowongan kerja, tapi akan bisa menjadi pekerjanya sendiri dan bahkan bisa membuka lapangan kerja," pungkas Sutiaji.