Pendapatan pemandu wisata profesional ternyata menggiurkan (dok MalangTIMES)

Pendapatan pemandu wisata profesional ternyata menggiurkan (dok MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jangan pandang remeh profesi pemandu wisata. Ternyata, pendapatan para pemandu wisata profesional mampu mencapai Rp 500 ribu per harinya. Bila pemandu wisata itu aktif selama satu bulan, maka pendapatan mereka bisa mencapai Rp 15 juta.

Bahkan bisa lebih, apabila para pemandu wisata tersebut dipesan untuk memandu wisata di luar daerah. Bisa dipastikan pendapatan yang diraupnya bisa berkali-kali lipat.

Gaji tersebut, hampir setara dengan gaji fresh graduate ahli pertambangan seperti yang dilansir  Indonesia Salary Guide 2018 dari Kelly Services. Hal inilah yang membuat pemandu wisata di Kota Bandung, yang telah merasakan pendapatan menggiurkan tersebut, terus memacu kemampuannya dalam memandu para wisatawan.

Tapi, tentunya para pemandu wisata bisa mencapai taraf itu bila mereka memiliki kemampuan mumpuni dan menguasai bidangnya secara profesional. Juga ditunjang dengan adanya lisensi atau sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga resmi di bidang pariwisata.

Hal ini pula yang kini sedang terus diupayakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. Dimana dalam dua tahun ini, dinas di bawah komando Made Arya Wedanthara ini, memfasilitasi para pemandu wisata untuk mendapatkan sertifikat resmi terkait profesinya.

"Sertifikasi pemandu wisata memang menjadi sangat penting di era saat ini. Kebutuhan industri pariwisata juga terus meningkat terhadap pemandu wisata yang profesional. Karenanya kita terus dorong adanya sertifikasi bagi mereka," kata Made Arya Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Jumat (03/05/2019).

Keberadaan pemandu wisata yang profesional dan tersertifikasi akan menguatkan potensi besar pariwisata di Kabupaten Malang. Sehingga harapan besar yang sedang dirintis Disparbud Kabupaten Malang, yaitu menjaring wisatawan sampai 10 juta di tahun depan bisa tergapai.

"Kita punya banyak ragam destinasi wisata yang bisa dijual. Tinggal mempersiapkan sumber daya manusianya. Upaya kita adalah menguatkan juga pemandu wisata ini, selain keberadaan kelompok sadar wisata," lanjut Made Arya.

Seperti dilansir beberapa media, salah satu keterampilan yang wajib dikuasai secara mahir adalah bahasa asing. Terutama, bahasa Mandarin, Belanda dan Jerman, kalau merujuk pariwisata di Kota Bandung.
Bagi para pemandu wisata yang mahir bahasa tersebut, gaji standar yang biasa diterima sebesar Rp 350 ribu per hari. Akan dihargai lebih mahal, yaitu menjadi Rp 500 ribu per harinya. Hal ini diungkapkan salah satu pemandu wisata di Kota Bandung, seperti dilansir tempo.co.

“Mahir bahasa mandarin bisa membuat pendapatan baik menjadi Rp 500 ribu per hari. Apalagi yang bisa bahasa Belanda dan Jerman serta bila dapat pesanan memandu keluar kota. Bisa berlipat-lipat lagi,” ujar Neng.

Maka, dengan semakin ketatnya persaingan disektor pariwisata. Langkah Disparbud Kabupaten Malang sudah tepat dalam mendukung optimalisasi pariwisata sekaligus program pengentasan kemiskinan. Dimana, dengan adanya program sertifikasi yang difasilitasinya akan mampu memberikan kehidupan yang lebih sejahtera bagi para pelaku pariwisata di Kabupaten Malang.

 

End of content

No more pages to load