Dipenuhi Barang Bekas, Cafe Unik Ini Justru Jadi Primadona Baru di Batu

Apr 26, 2019 15:09
Pengunjung saat menikmati di Retrorika Cafe & Bar, Desa Bumiaji, di Kota Batuz. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pengunjung saat menikmati di Retrorika Cafe & Bar, Desa Bumiaji, di Kota Batuz. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dari luar interior bahan bekas sudah terlihat tertata apik dan menarik. Berkonsep recycle-reuse Retrorika Cafe Bar & Resto memberikan warna yang berbeda unik di antara kafe-kafe yang ada di Kota Batu.

Bagaimana tidak, hampir 90 persen bahan interior, eksterior penghias cafe ini adalah barang bekas. Cafe ini berdiri dengan kayu-kayu bekas sebagai pengganti tembok.

Baca Juga : Sajikan Dawet Asli Kromengan, Warung Mak Tum Bisa Jadi Alternatif Wisata Kuliner

Meski begitu namun terlihat unik, sebab kayu bekas yang digunakan diambil dari jendela-jendela rumah lawas. Jendela-jendela tersebut disusun rapi untuk membentuk kafe yang terletak di Jalan Dewi Mutmainah No. 3, Dusun Banaran, Desa/Kecamatan Bumiaji.

Tempat duduk yang digunakan pun berasal dari kayu bekas. Sebagian kursi juga terbuat dari anyaman bambu. Bahkan saat masuk ke kafe ini, pengunjung sudah disuguhkan dengan pemandangan barang-barang bekas.

Cafe ini semakin menarik dengan adanya tanaman kaktus jenis sukulen dan sebagainya. Tanaman ini juga dijual bagi pengunjung yang tertarik untuk membeli.

Kemudian ada juga televisi yang disulap menjadi wastafel. Uniknya kunci juga ada yang dibuat dari panci bekas. Sedangkan tabung LPG 3 kilogram bekas disulap menjadi kursi bar. Tapi tenang saja, meskipun terbuat dari LPG kursi itu diberi bantalan agar pengunjung yang duduk lebih nyaman. 

Lalu di meja bar terdapat barang elektronik jaman dulu. Mulai dari radio, kamera, hingga koper. Bagi yang tertarik ternyata barang-barang lawas itu juga dijual oleh pemiliknya. Selain tanaman kaktus jenis sukulen, di langit-langit itu terdapat tanaman merambat.

Di dalam kafe ini juga ada pojok perpustakaan mini. Buku-buku itu tertata rapi di atas lesung bekas. Buku-buku itu juga merupakan koleksi pribadi pemilik kafe.

Pemilik Kafe Swiss Winasis mengatakan, pengunjung yang datang juga diajak untuk menerapkan eco friendly. Bagi yang membawa wadah sendiri, kafe ini akan memberikan diskon kepada pengunjung 10 persen.

”Kita malah suka kalau ada pengunjung yang bawa tempat sendiri. Karena kan kita juga mengajak untuk menerapkan eco friendly,” kata Swiss. 

Ia menjelaskan kafe yang dibuatnya itu merupakan halaman rumahnya. Sehingga hanya tinggal didesain sesuka hatinya.

Baca Juga : Nikmatnya Durian Bakar Wonosalam, Kuliner Primadona Khas Jombang

Ternyata mendesain dari bahan daur ulang itu bermula dari hobi mengoleksi barang-barang bekas. Bahkan Swiss tidak pernah merasa gengsi untuk mengumpulkan barang bekas dari rongsokan.

“Sampai sekarang saya sangat senang jika ada yang menghibahkan barang bekas kepada saya. Karena nanti bisa kita desain ulang,” imbuhnya, Jumat (26/4/2019). 

Sampai saat ini ia juga masih sering hunting barang bekas di Pasar Comboran, Kota Malang. Terkadang untuk membeli barang bekas itu ia maksimal hanya merogoh kocek sebesar Rp 300 ribu. 

Sedangkan untuk menu makanan yang disuguhkan di sana yakni makanan tradisional. Bahkan semua makanan dimasak fresh.

“Tidak ada makanan yang disimpan di dalam freezer. Untuk minumannya kami utamakan kopi.Karena kami punya lahan kopi sendiri,” tambah bapak dari tiga orang anak ini.

Bahkan sampah dari kafe itu juga dimanfaatkan untuk beberapa hal. Jika ada sampah plastik, diberikan ke bank sampah, dan sampah dapur diberikan ke peternak bebek.

Swiss hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mempersiapkan semua ini. Dan telah dibuka pada bulan Desember tahun 2018 silam. Bahkan saat ini kafe tersebut sedang populer di kalangan anak muda yang suka berswafoto. Karena memang di sana juga disediakan spot swafoto yang instagramable. 

Topik
Berita BatuCafe UnikRetrorika Cafe Bar & Restokonsep recycle reusekafe berkonsep daur ulang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru