Situasi lokasi ditemukannya jasad Pardi, korban yang tewas karena kasus pembunuhan, Kecamatan Pakis (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Situasi lokasi ditemukannya jasad Pardi, korban yang tewas karena kasus pembunuhan, Kecamatan Pakis (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Meski pelaku pembunuhan yang menewaskan Supardi warga Dusun Gandon Barat, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung belum terungkap, namun pihak kepolisian mengaku sudah mengetahui motif di balik insiden pembunuhan tersebut. Bahkan, saat ini sudah ada identitas dugaan pelaku yang dikantongi polisi.

“Kasus ini masih kami dalami, namun identitas dugaan siapa pelakunya sudah kami ketahui. Jika sudah terbukti, pelaku akan segera kami amankan,” kata KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, Sabtu (13/4/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, pria yang akrab disapa Pardi itu ditemukan tewas mengenaskan di area persawahan yang berlokasi di Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, pada Jumat (12/4/2019) pagi.

Saat pertama kali ditemukan, pria yang berusia 58 tahun itu, nampak mengenakan pakaian lengan panjang yang berwarna hitam kusam. Selain itu, saat pertama kali ditemukan saksi, celana panjang yang dikenakan korban juga dalam kondisi melorot ke bawah hingga (maaf) celana dalam korban terlihat.

Ketika pertama diketahui warga, posisi tubuh pria yang aktab disapa Pardi ini, dalam kondisi miring ke sebelah kanan dengan luka parah di bagian pipi sebelah kiri, serta bersimbah darah. Setelah sempat berstatus Mr. X, identitas mayat akhirnya berhasil diungkap tim Inafis Polres Malang melalui sidik jari.

Setelah mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi akhirnya menyimpulkan jika penyebab kematian korban diduga karena dibunuh. Sedangkan motif yang mendasari adalah aksi perampokan. Sebab, mesin pembajak sawah milik korban tidak ada di sekitar lokasi kejadian. Diduga kuat mesin bajak tersebut, hilang karena dibawa pelaku pembunuhan.

Dugaan itu dikuatkan dengan hilangnya mesin bajak sawah, bersamaan dengan ditemukannya Pardi yang sudah menjadi mayat. “Korban ini memang bekerja sebagai petani dan tukang kebun, setiap harinya selalu membajak sawah. Namun saat penemuan mayat, kami tidak menemukan mesin bajak milik korban. Analisa petugas motif pembunuhan sementara ini karena perampokan," sambung Rudi.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi, termasuk keluarga korban. Diperoleh keterangan, Kamis malam sebelum ditemukan tewas mengenaskan. Pardi sempat pamitan kepada kedua anaknya, untuk pergi ke sawah guna menjaga mesin bajak. “Dari keterangan keluarga, korban biasanya baru pulang keesokan harinya usai menjaga mesin bajak,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Bululawang ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MalangTIMES.com, orang yang diduga pelaku merupakan orang yang dikenal dekat dengan korban. Bahkan, pelaku merupakan tetangga korban. Selain itu jarak antara rumah pelaku dengan lokasi pembunuhan, juga tidak terpaut jauh. Yakni hanya berjarak sekitar 500 meter. 

Kecurigaan polisi terhadap pelaku ini bukan tanpa alasan. Sebab beberapa saat setelah mayat korban ditemukan, orang yang diduga pelaku itu, sempat mendatangi rumah korban. Bahkan yang bersangkuan sempat menanyakan apakah korban sudah pulang ke rumah.

Padahal saat terduga pelaku datang ke rumah korban, saat itu warga sudah dibuat heboh dengan penemuan mayat Pardi. Kecurigaan polisi bertambah setelah, petugas mengetahui jika terduga pelaku sebelumnya juga pernah terlibat kasus hukum. Yakni mantan pelaku kasus perampokan. "Ini tinggal pembuktian saja. Karena hasil penyelidikan, mengarahnya terhadap yang bersangkutan," terang salah satu sumber yang enggan namanya ditulis dalam pemberitaan ini.

Pihaknya menambahkan, Sabtu (13/4/2019) malam, beberapa jajaran kepolisian dari Polres Malang dan Polsek Pakis, bakal mengamankan terduga pelaku. Bahkan tim gabungan ini bakal dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda. “Ini kami dalam upaya penangkapan, tutupnya.

End of content

No more pages to load