Salah satu spot berswafoto yang berada di Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang (Luqmanul Hakim/Malang Times)

Salah satu spot berswafoto yang berada di Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang (Luqmanul Hakim/Malang Times)



MALANGTIMES - Rencana Pemerintah Kota Malang untuk menciptakan wisata heritage sudah di depan mata. Karena sebentar lagi, kota pendidikan ini akan memiliki kawasan khusus untuk memanjakan turis yang gemar dengan nuansa tempo dulu. Tahun ini, kawasan Kayu Tangan akan disulap menjadi kawasan heritage. Pemerintah pun berencana memberi sentuhan baru dan berbeda dengan nuansa wisata heritage di kota lain yang memang sudah banyak dikenal.

Wali Kota Malang Sutiaji megatakan bahwa jika Yogyakarta memiliki Malioboro dan Bandung memiliki Braga, maka di Kota Malang akan memadukan keduanya yang nantinya akan berbeda, tentunya akan lebih baik. Hal tersebut seperti yang sudah diberitakan sebelumnya di Malang Times.

Sementara itu, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisaa menjelaskan bahwa untuk Kawasan Heritage di Kayutangan sendiri, saat ini sedang dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). “Saat ini IAI sudah menyusun DED, minggu kemarin tim IAI juga sudah konsultasi dengan Disbudpar,” ujar Agung H. Buana kepada MalangTimes.com Minggu (31/3/2019)

Ia mengatakan bahwa konsultasi tersebut merupakan diskusi yang membahas tentang desain yang akan diterapkan di daerah Kayutangan tersebut. Dari hasil diskusi tersebut, Agung mengatakan bahwa Kayutangan tersebut nantinya akan dijadikan sebuah kawasan dengan beberapa spot yang nantinya akan ditonjolkan dengan fasat bangunan heritagenya.

“Untuk menikmati menikmati fasat bangunan itu, perlu dilakukan pembenahan, mulai dari tulisan yang dibuat jadul hingga ada beberapa titik yang nantinya akan dibuat dengan menggunakan material selain aspal, seperti batu atau yang lainnya” papar Agung.

Kemudian, untuk titik tersebut, Agung sebutkan ada pada tiga titik, yaitu titik pertama di daerah depan kantor PLN Kota Malang, titik kedua di depan Raja Bali, dan titik terakhir di depan kantor Telkom Kota Malang atau monument patung Chairil Anwar.  Kemudian ia juga mengatakan nantinya dikawasan tersebut akan di diberikan pintu masuk yang berikan pintu masuk kawasan Heritage yang berada di pertigaan Kayutangan. “Nanti di titik pertigaan Avia itu akan ada pintu masuk Kawasan Heritage Kayutangan” tuturnya.

Lanjutnya, untuk pelebaran trotoar sendiri dikatakannya dilakukan pelebaran sekitar 4 meter dari sisi kiri ke kanan. Pelebaran trotoar tersebut, dilakukan karena nantinya akan dipakai untuk pedestrian. Ia juga mengatakan didepan monumen Chairil Anwar tersebut akan dijadikan plaza. “Nanti dititik Choiril Anwar itu dijadikan plaza, jadi ruang yang lebar agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan segala macam aktifitasnya” terangnya.

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa DED tersebut akan selesai dalam 2 bulan ke depan dan diakhir tahun kawasan Heritage tersebut akan selesai dan sudah bisa dinikmati oleh warga Malang dan para wisatawan yang berkunjung ke Malang. “DED-nya dalam dua bulan ini selesai, tinggal PAK implementasi dari DED itu. Dan akhir tahun 2019 sudah jadi dan bisa dinikmati” pungkasnya.

End of content

No more pages to load