Anggota Kelompok KKN 27 (Foto : Agung Wardoyo untuk JatimTIMES)
Anggota Kelompok KKN 27 (Foto : Agung Wardoyo untuk JatimTIMES)

MALANGTIMES - KKN (Kuliah Kerja Nyata) menjadi program wajib yang harus ditempuh setiap mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Tak terkecuali bagi kalangan mahasiswa yang memiliki kesibukan di luar perkuliahan. Sehingga mereka memiliki keterbatasan waktu untuk menempuh KKN Reguler selama 1 bulan penuh.

Berutungnya, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (DPPM) memberikan kebijakan khusus bagi mahasiwa yang memiliki kesibukan di luar kegiatan perkuliahan. Prorgamnya berupa KKN Khusus. Dengan demikian, mereka tetap bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat lewat program tersebut. Kebijakan itu seperti halnya yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dalam kelompok KKN 27.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Peserta berjumlah 11 mahasiswa ini, memberikan pengabdiannya di Desaku Menanti yang terletak di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. "Kami memberikan program KKN Khusus bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan di luar kegiatan perkuliahan. Harapanya dengan program KKN ini mahasiswa tetap bisa memberikan pengabdianya terhadap masyarakat,” kata Drs. Wiyono, MM, selaku pembina KKN 27.

Anggi Indrianti (23), Koordinator KKN 27 di Desaku Menanti menyatakan kebijakan kampus dengan program KKN Khusus sangat membantu mahasiswa yang memiliki kesibukan di luar perkuliahan. Seperti kesibukan bekerja, urusan rumah tangga, maupun kesibukan yang lainnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan program khusus untuk melaksanakan KKN hanya di akhir pekan. Kami pun ditempatkan di daerah yang tak jauh dari kota sehingga teman-teman yang memiliki tanggung jawab bekerja atau mengurus rumah tangganya tidak kesulitan untuk pulang," kata Anggi.

Sebanyak 11 peserta KKN 27 ini memiliki latar belakang kesibukan beragam. Mulai dari ibu rumah tangga, programmer, guru SD, penyuplai bebek di salah satu restoran, hingga kepala ruang operasi di salah satu RS di Kota Batu.

Seorang calon ibu muda yang bernama Jihan (21), Mahasiswa jurusan Farmasi ini mengatakan sangat terbantu dengan program KKN Khusus. Dia merasakan betapa beratnya harus mengandung dan melaksanakan pengabdian terhadap masyarakat. "Mengandung dan harus melakukan KKN itu hal yang berat. Tetapi saya berkomitmen untuk melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Untung saja saya hamil tua sehingga tidak takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap kandungan saya," kata dia.

Ungkapan serupa juga diutarakakn Kepala Ruang Operasi di Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu, Prima Dewi Yuana (30). Dia menceritakan perjuanganya harus melakukan operasi saat dini hari dan harus kembali ke tempat KKN. "Saat ada operasi dini hari, saya harus kembali ke Rumah Sakit guna memimpin jalanya operasi. Lalu setelah operasi selesai, saya beristirahat sejenak dan kembali ke tempat KKN untuk melanjutkan kegiatan KKN saya keesokan harinya. Beruntung KKN bisa dilaksanakan secara fleksibel," terangnya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Anggota KKN 27 yang dilaksanakan di Desaku Menanti atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Topeng ini memiliki berbagai macam program kerja. Di antaranya pada proram kesehatan dan pendidikan anak-anak. Pada bidang kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman sayur untuk konsumsi harian, penyuluhan gosok gigi dan cuci tangan untuk anak-anak. Mereka dapat merampungkan tugas pengabdian selama  240 Jam. 

 

Berikut cuplikan kegiatan mahasiswa KKN 27 :