Mobil Listrik Mekantronik UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Mobil Listrik Mekantronik UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mekatronic Team dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaunching Mobil Listrik Mecantronik di Gedung Rektorat UMM, Senin (25/3). Mobil ini akan berlaga di kontes internasional Shell Eco-Marathon Asia (SEM Asia) 2019 yang digelar di Malaysia April mendatang.

Event yang digelar  di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur ini menjadi ajang bergengsi ini bakal diikuti 28 mobil dari 22 universitas di Indonesia.

Baca Juga : Suzuki SBT Andalkan Alat Cegah Virus Corona di Mobil

Pada ajang kali ini Mekatronic UMM yang bersaing di kategori kendaraan Urban Electric mengandalkan mesin BLDC Motor 400 Watt dengan tempurung berbahan carbon fiber dan sasis aluminum. Sementara, ban pelek berukuran 17 inchi serta roda dasar berukuran 1.250 milimeter. Keseluruhan bobot mobil yakni 80 kilogram.

Selain diikuti universitas di Indonesia, kompetisi juga diikuti 100 tim dari seluruh penjuru kawasan Asia dan Timur Tengah. Pada gelaran ke-10 di tingkat Asia ini, SEM Asia akan menjadi wadah terbesar untuk membuktikan diri sebagai perancang kendaraan yang dapat menempuh jarak jauh dengan energi paling sedikit.

Manajer Tim Mobil Listrik Mecantronik Afrianto menyatakan, mobil ini para dasarnya terbagi dalam dua komponen. Pertama, komponen mekanik. Dalam komponen mekanik, mobil harus mampu meminimalisasikan gesekan. Selain juga harus benar-benar memaksimalkan konsumen energi. "Dan konsumsi energi mobil imi di kompetisi terakhir sekitar 335 Km per KwH," ujar Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin tersebut.

Komponen yang dimiliki mobil listrik UMM selanjutnya, yakni elektrik. Di aspek ini, mobil harus minim hambatan dengan konsumsi baterai yang benar-benar dimaksimalkan.

Untuk diketahui, sebelum mengikuti ajang ini, UMM melalui Genetro Suryo U.E.V 6 berhasil menyabet juara satu pada Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 dalam Kategori Urban Listrik. “Perolehan kami berada pada nilai 335,09 KM/KWH yang memecahkan rekor Asia dan dunia,” jelas Pembina Mekatronic, Drs. Mohammad Jufri, ST., MT.

Baca Juga : Coming Soon, Brionesia Akan Gelar Munas dan Jamnas Bersamaan di Kota Batu

Berangkat dengan 8 orang lengkap beserta drive train, Drs. Fauzan, M.Pd, Rektor UMM menekankan tim ini untuk optimis. Fauzan juga mengingatkan agar para delegasi mohon doa kepada kedua orangtua. "Sepertinya itu hal yang sepele, tetapi itulah kekuatan yang sebenarnya. Berani berangkat, berani juara,” tandasnya.