Ngadat, kontraktor tak bisa masukkan berkas persyaratan peserta lelang dalam paket peningkatan jalan Tulusbesar-Ngadas melalui LPSE Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Ngadat, kontraktor tak bisa masukkan berkas persyaratan peserta lelang dalam paket peningkatan jalan Tulusbesar-Ngadas melalui LPSE Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Layanan Pengadaan Jasa Pemerintah Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang kembali mendapat sorotan tajam. Pasalnya, di detik akhir proses pengunggahan berkas proyek lelang Peningkatan Jalan Tulusbesar-Ngadas yang semestinya berakhir pada Rabu (6/3/2019) ini, tiba-tiba saja layanan tersebut ngadat dan tidak dapat diakses.

Sekitar empat kontraktor pun langsung meminta kejelasan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Malang terkait dengan kondisi tersebut. Lantaran saat mengikuti proses pendaftaran di awal Maret lalu, mereka merasa tidak pernah ada kendala. Namun saat akan mengunggah berkas persyaratan mereka merasa kesulitan.

"Beberapa kali mencoba tidak bisa. Itu sebabnya saya hari ini diminta oleh kantor untuk menanyakan langsung ke Pemerintah Kabupaten Malang," terang staff salah satu kontraktor yang hendak mengikuti lelang, Syamsul Alam pada MalangTIMES saat ditemui di ruangan Kominfo Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (6/3/2019).

Tak sendiri, dia pun bersama dengan beberapa orang lain yang merupakan perwakilan dari tiga perusahaan lain yang berpusat di Surabaya dan Blitar. Sejak pukul 09.00 WIB pagi, mereka tidak mendapat kepastian sama sekali. Bahkan harus pontang panting ke beberapa kantor untuk mendapat petunjuk dan penjelasan terkait ngadatnya sistem tersebut.

"Saya tadi ke kantor LPSE di Kepanjen, di sana kemudian saya diminta ke Kominfo di Arjosari. Dari Arjosari saya diminta ke sini (kantor Pendopo Kabupaten Malang di Kota Malang)," terangnya.

Pemberitahuan pada laman LPSE Kabupaten Malang

Selama mencari kejelasan, menurutnya tak satupun petugas yang berani memberi kesepakatan. Padahal waktu mengunggah berkas persyaratan sebagai peserta lelang berakhir pada Rabu (6/3/2019) pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, seorang staff dari perusahaan yang bermarkas di Kota Malang menyampaikan jika perusahaannya merasa kesulitan saat harus memasukkan berkas pada aplikasi apendo yang ada di dalam LPSE.

"Dan saat akan mengajukan keluhan pada laman LPSE juga tidak bisa. Katanya sih link sedang dihack. Mungkin itu juga yang berpengaruh," terangnya.

Sementara itu, saat MalangTIMES mencoba membuka laman LPSE, terdapat pengumuman pada bagian atas berbunyi "Akan dilakukan maintenance aplikasi LPSE pada tanggal 05-02-2019 08:25".

Sedangkan saat dibuka paket Peningkatan Jalan Tulusbesar-Ngadas tercatat sudah ada 66 peserta yang mendaftar. Paket lelang untuk peningkatan jalan ini bernilai Rp 10 Miliar lebih.

End of content

No more pages to load