Kisah Fasilitas Umum di Kabupaten Malang: Doyan Membangun, Tak Mumpuni Merawat

Mar 03, 2019 12:39
Taman lalu lintas Kanjuruhan terkesan kumuh tanpa perawatan dan membuat warga yang berinisiatif membenahinya. (Ist)
Taman lalu lintas Kanjuruhan terkesan kumuh tanpa perawatan dan membuat warga yang berinisiatif membenahinya. (Ist)

MALANGTIMES - Berbagai rencana pembangunan terus diwacanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Baik yang sifatnya strategis sampai pada pembangunan fasilitas umum (fasum) yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Sebut saja wacana pembangunan alun-alun di Kepanjen sampai pada beberapa fasum lainnya yang telah ada tapi setelah selesai dibiarkan begitu saja. Misalnya Taman Lalu Lintas yang ada di kompleks Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, yang berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

Fasum ini dibangun Pemkab Malang dan mulai dibuka sejak tahun 2016 lalu. Tujuannya untuk kepentingan relaksasi dan edukasi masyarakat dalam pengenalan lalu lintas.

Sayangnya, seperti beberapa fasum lain, hanya terhenti pada pembangunan fisik saja. Habis dibangun, lantas dibiarkan begitu saja sehingga tak terawat dan membuat fungsinya tidak maksimal dirasakan masyarakat.

Kondisi fasilitas Taman Lalu Lintas Kanjuruhan terbilang kurang nyaman dan terlihat kusam. Terutama di musim penghujan seperti saat ini.

Hal yang tampak mata adalah pagar bagian luar yang semua berkarat dan jadi rumah lumut. Pun, dalam area kondisinya sama. Jalan paving berlumut dan rumput liar tumbuh begitu leluasa. 

Taman Lalu Lintas senasib dengan berbagai fasum lainnya di Kabupaten Malang yang tak terawat. Padahal, sebenarnya Pemkab Malang menarik uang dari masyarakat untuk bisa mengakses wahana fasum tersebut. Tapi, uang masyarakat tersebut ternyata tidak berbanding dengan kondisi yang terkesan dibiarkan begitu saja.

"Rasanya pemerintah itu sukanya bangun-bangun saja. Tapi sudah jadi, ya seperti ini. Banyak fasilitas di stadion ini yang terlihat tak terawat. Padahal tinggal memelihara saja," kata Abdul Waris, warga Gondanglegi yang beserta keluarga berada di Taman Lalu Lintas Kanjuruhan, Minggu (3/03/2019).

"Padahal ya kami bayar untuk masuk ke sini. Tapi fasilitasnya kok ya nggak diurus. Kan sayang itu," ujarnya lagi sambil menunggui anak-anaknya yang berenang di lokasi Taman Lalu Lintas Kanjuruhan.
Dalam kesempatan lain, Dispora Kabupaten Malang selaku pihak yang memiliki kewenangan pemeliharaan fasilitas di area Stadion Kanjuruhan tidak menampik adanya kesan tak terawat di berbagai lokasi tersebut. "Satu paket perawatannya. Taman, Stadion Kanjuruhan serta lainnya. Untuk perawatan taman sendiri, kami nanti akan pakai dana alokasi khusus (DAK)," ujar Khoirul Fathoni, kepala Dispora Kabupaten Malang.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Selain perawatan, Fathoni juga menyampaikan akan ada pembenahan sejumlah sudut taman. "Kami lakukan nanti pakai DAK 2019," ujarnya tanpa menyebut berapa sebenarnya angka perawatan taman lalu lintas tersebut setiap tahunnya.

Melihat lokasi dan luas areal Taman Lalu  Lintas di Stadion Kanjuruhan, sepintas tak perlu membutuhkan anggaran besar. Apalagi, misalnya harus menunggu DAK setiap tahunnya. Pasalnya, banyak fasilitas di area Stadion Kanjuruhan yang menghasilkan pendapatan. Sebut saja lahan parkir yang pendapatannya tidak ikut Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang atau retribusi bagi pedagang sampai pada karcis masuk di fasilitas Taman Lalu Lintas dengan tiket antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per orang.

Biaya perawatan taman yang tidak besar itu pun dibenarkan Fathoni. "Tidak besar untuk biaya perawatan. Sudah kami  ajukan juga," ujarnya yang juga akan menggandeng Dishub dan Polres Malang dalam hal tersebut.

Sayagnya, Pemkab Malang kerap diam dengan berbagai kondisi fasum yang telah dibangun tapi setelah jadi. dibiarkan begitu saja. Pemkab baru beraksi apabila masyarakat menyoroti kinerja dan tugas mereka. Itu pun ujung-ujungnya akan berhenti pada pernyataan klise mengenai keterbatasan anggaran.

"Kuno Mas alasan itu-itu juga. Bikin pembangunan tapi ke depannya tidak diperhitungkan perawatannya dan akhirnya cuci tangan. Ini kan bangunan pemerintahan. Mosok untuk perawatan kayak begitu harus tunggu uang pusat," ucap Abdul, lalu terkekeh.

Kalau kelasnya Taman Lalu Lintas untuk perawatan masih butuh bantuan Dishub dan Polres Malang, seperti yang disampaikan Fathoni, serta tergantung pada DAK, bagaimana nantinya merawat kolam renang internasional Kanjuruhan yang luas dan perawatannya lebih besar dan kompleks?  Apakah nanti nasibnya juga akan sama dengan bangunan-bangunan yang sudah dibangun dengan anggaran begitu besar tapi hasilnya kembali disoal masyarakat? Doyan membangun tapi tak mumpuni merawatnya.

Topik
Fasilitas Umum di Kabupaten MalangPemkab Malangperawatan fasilitas umum
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru