Ilustrasi kopi (Foto: Pinterest)

Ilustrasi kopi (Foto: Pinterest)



MALANGTIMES - Menikmati kopi kini tak lagi sekadar bertujuan untuk menambah semangat. 

Seiring berjalannya waktu, minum kopi menjadi gaya hidup tersendiri bagi kalangan tertentu. 

Tak heran, jumlah kedai kopi di beberapa kota semakin menjamur. 

Kalau dulunya kopi biasa menjadi minuman bagi para orang tua, kini kopi mulai menjadi minuman favorit anak muda. Jenis kopi pun kini telah bervariasi. 

Para barista seakan tak henti membuat racikan-racikan ciamik untuk para pecinta kopi yang kini mulai banyak bermunculan.

Di balik segala hype yang muncul, kopi memiliki banyak fakta unik yang menarik untuk diketahui.

Berikut ini 7 fakta unik tentang kopi yang barangkali selama ini belum kamu ketahui. 

1. Sempat Dilarang di Beberapa Negara

Ternyata dulu konsumsi kopi sempat dilarang di beberapa negara. 

Pada tahun 1511, kopi pertama kali dilarang di Mekah karena para ulama menganggap bahwa kopi dapat merangsang pikiran-pikiran radikal. 

Warga di Italia dan Turki juga sempat percaya bahwa kopi merupakan minuman yang menyesatkan.

Bahkan, pada abad 17, Raja Murad IV dari Dinasti Ottoman menetapkan hukuman keras bagi warganya yang ketahuan mengonsumsi kopi.

Hukuman tersebut berupa pemukulan atau pembuangan ke laut.

2. Bukan Kafein, Melainkan Adenosine

Mayoritas orang mengonsumsi kopi karena menganggap bahwa kandungan kafein di dalamnya dapat menghilangkan rasa kantuk.

Padahal, penyebab utamanya bukanlah kafein, melainkan adenosine.

Saat melakukan aktivitas, otak akan menjadi aktif dan melepaskan neuron-neuron yang memproduksi adenosine. 

Secara otomatis, sistem saraf Anda akan memonitor kadar adenosine tersebut.

Jika dirasa meningkat, kinerja otak akan menurun, menyebabkan timbulnya kantuk.

Namun, karena kafein dari kopi menempel pada reseptor adenosine, otak tidak dapat mendeteksi kadar adenosine sehingga tetap berfungsi secara maksimal.

3. Jenis Kopi Paling Populer di Dunia

Dari 50 lebih spesies kopi di seluruh dunia, hanya ada dua jenis kopi yang paling populer digunakan untuk produksi komersil, yakni Arabica dan Robusta. 

Apabila Arabica memiliki rasa yang lebih kaya dan aroma yang lebih kencang, maka rasa kopi Robusta cenderung lebih ringan dengan level acidity yang relatif rendah. 

Sedangkan, kopi Arabica mengandung kadar kafein yang 50% lebih sedikit dari Robusta.

4. Tidak Semua Negara Bisa Menjadi Produsen Kopi

Tidak semua negara dapat menjadi produsen kopi karena tanaman kopi hanya dapat tumbuh di daerah tropis. 

Hal tersebut disebabkan oleh kebutuhan tanaman kopi akan cahaya matahari yang berlimpah agar dapat menghasilkan biji berkualitas.

Dilansir dari Distractify, umumnya negara-negara penghasil kopi berada di garis khatulistiwa, membentuk garis lingkaran dalam peta yang disebut dengan “sabuk kopi”. 

Indonesia termasuk dalam salah satu negara pembentuk “sabuk kopi” tersebut. Sedangkan, predikat negara penghasil kopi terbesar dipegang oleh Brasil.

5. Kesalahpahaman Tentang Kopi Luwak

Selama ini, kopi luwak sering disebut sebagai biji kopi paling mahal di dunia. Meski memang rasanya lezat dan proses produksinya cenderung unik, namun ada jenis kopi lain yang lebih mahal dari kopi luwak, yakni Black Ivory dari Thailand.

Menariknya, baik kopi luwak dan Black Ivory sama-sama berasal dari hewan. 

Apabila kopi luwak terbuat dari biji kopi yang dicerna oleh enzim pencernaan luwak, maka Black Ivory “diproduksi” dengan enzim pencernaan gajah. 

Biji kopi Black Ivory memiliki harga USD 1.100 (sekitar Rp 14 juta) per kg atau USD 50 (sekitar Rp 661 ribu) per cangkir.

6. Tiap Negara Memiliki Cara Menyeduh Kopi Sendiri

Terlepas dari segala tujuan dalam mengonsumsi kopi, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menyeduh kopi favorit mereka. 

Di Italia, misalnya, orang-orang suka menikmati kopi espresso dengan gula. 

Berbeda lagi dari orang-orang Mesir yang merupakan penggemar berat dari black coffee murni.

Sedangkan, orang-orang Austria menyeduh kopinya dengan tambahan whipped cream. 

Di Meksiko, orang-orang menambahkan kayu manis pada racikan kopi mereka. 

Cara paling unik dalam menyeduh kopi mungkin dilakukan oleh orang-orang Maroko, yang suka mencampurkan merica dalam kopi mereka.

7. Biji Kopi Tidak Hanya Berwarna Hitam

Umumnya, biji kopi berwarna cokelat kehitaman karena sebelumnya telah melalui proses pemanggangan. 

Beberapa waktu belakangan ini, ada pula white coffee yang cukup populer dikonsumsi oleh para pecinta kopi. 

Nah, selain kedua jenis tersebut, ternyata masih ada satu jenis kopi lagi bernama kopi hijau.

Sesuai dengan namanya, biji kopi ini juga berwarna hijau karena masih mentah dan belum melalui proses pemanggangan. 

Konon, kopi hijau memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan secara lebih efektif apabila dibandingkan dengan teh hijau.

End of content

No more pages to load