Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Tanggapi Kasus Kekerasan Seks di Malang, Kepala BPIP : Ini Dampak Tidak Diajarkannya Pancasila

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Heryanto

21 - Feb - 2019, 01:55

Placeholder
Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Hariyono (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus kekerasan seksual terus terjadi di mana-mana. Bahkan tak ketinggalan di lingkup pendidikan Kota Malang. 

Baru-baru ini terkuak kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru terhadap 20 siswi SD di SDN Kauman 3.

Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Hariyono menyebut bahwa hal ini dan kasus-kasus kekerasan seksual lainnya bisa saja merupakan dampak dari tidak diajarkannya Pancasila di sekolah dasar sampai perguruan tinggi dari awal reformasi.

Dijelaskannya, sebab dalam pancasila terdapat sila pertama mengenai ketuhanan.

Dalam sila ini, terkandung salah satu maknanya bahwa kita sebagai makhluk Tuhan itu tidak boleh semena-mena dengan makhluk lain.

"Lalu kalau kita sekadar melampiaskan seenaknya sendiri apa bedanya kita dengan ayam atau kambing setiap ada kelamin berbeda dinaiki begitu saja?" ujarnya saat ditemui di Kampung Cempluk belum lama ini.

Kemudian sila kedua yakni kemanusiaan. Di mana terkadung makna bahwa kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain.

Lebih lanjut Hariyono menyayangkan bahwa selama ini pelajaran pancasila di sekolah berubah menjadi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. 

Hal ini menjadikan substansi kepancasilaan kalah dengan kewargaranegaraan.

"Ironisnya kewarganegaraan yang di sini kita masih belum mampu mengeksplorasi pancasila sebagai epistimologi ilmu politik, termasuk ilmu negara. Dampaknya apa? Kehidupan hubungan relasi masyarakat dan negara itu selalu mengacu pada budaya barat bukan mengacu budaya pancasila," paparnya.

Hal ini menjadi satu tantangan di kalangan kampus khususnya, dalam menjadikan pancasila sebagai epistimologi keilmuan. 

Nah, tantangan pancasila bagi generasi milenial saat ini adalah bagaimana menerjemahkan nilai-nilai asasi pancasila sesuai dengan konteks yang dipahami oleh anak2 milenial.

"Untuk itulah kita ingin pancasila diajarkan kembali secara bermakna, secara efektif, baik di pendidikan dasar maupun perguruan tinggi," pungkasnya.


Topik

Peristiwa malang berita-malang Kasus-kekerasan-seksual Kota-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Heryanto