MALANGTIMES - Menjadi seorang polisi, mempunyai tanggung jawab begitu besar dalam melayani dan mengayomi masyarakat. Mereka dituntut untuk selalu siap dan hadir ketika masyarakat memerlukan bantuan setiap saat.
Dan bicara masalah seorang polisi, di Kota Malang sendiri, ternyata banyak sosok-sosok polisi yang bertugas penuh dedikasi. Mereka rela mengerahkan tenaga dan pikirannya hanya untuk melayani masyarakat.
Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party
Dari situ, dengan kinerja dari hati yang tulus, nama merekapun seakan melekat di benak masyarakat Kota Malang dan sulit untuk hilang. Nah lalu, siapa sajakah sosok polisi yang sulit dilupakan karena dedikasinya yang tinggi di Kota Malang, yuk langsung saja kita simak informasinya.
1. Muhammad Miran.
Pria yang bertempat tinggal di daerah Kepuh, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini, dulunya merupakan seorang polisi yang tegas, jujur dan adil. Berkat profesionalismenya itu,
Pria yang saat ini diperkirakan berusia 72 tahun ini, begitu melekat di benak warga Malang pada tahun 1970 sampai 1999 dan sulit dilupakan smapai saat ini.
Dalam menjalankan tugas, ia tak pernah pandang bulu dan selalu patuh dan lurus pada aturan yang ada. Jika nekat melanggar dan diketahui oleh Miran, tak banyak bicara, Miran pasti langsung melakukan tindakan.
Dalam kiprahnya, menjadi polisi yang tegas dan tak pernah menerima suap, nama Miran nampaknya begitu membuat keder mereka yang mendengarnya. Mulai dari tukang becak, sopir angkot hingga wali kota saat itu sangat menghormatinya.
Kini pria yang sudah purna tugas sejak menjadi polisi pada tahun 1964 ini, sudah bahagia menikmati masa tuanya dengan mengendong cucu. Selepas tugas dengan jabatan terakhir Mayor, dikabarkan ia juga pernah menjadi kepala keamanan sebuah pusat perbelanjaan dan juga sempat menjabat Wakil Ketua Primer Koperasi Malang.
2. Bripka Seladi
Warga Malang, tentunya sudah tau dan akrab dengan Bripka Seladi. Polisi yang dahulunya merupakan anggota Polres Malang Kota.
Jauh dari kesan berkecukupan, seperti polisi kebanyakan, sosok polisi yang ramah dan penuh senyum ini, tak malu punya pekerjaan sampingan yang beda dari lainnya, yakni menjadi seorang pengepul sampah.
Pria yang jadi polisi sejak 1977 ini, sebelumnya ditempatkan di Satuan Peyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Malang Kota yang dianggap banyak orang merupakan lahan basah.
Meskipun berada di Satpas, sosok Seladi begitu jujur. Ia tak pernah mau memanfaatkan jabatannya untuk mengeruk pundi-pundi demi keuntungan pribadi.
Ia lebih memilih mencari uang tambahan dengan menjadi seorang pemulung sampah guna memenuhi tanggung hutang yang ia punya akibat pernah tertipu sebesar Rp 150 juta.
Saat ini Brikpa Seladi telah pensiun. Ia masih melalukan pekerjaannya sebagai pemulung sampah sampai saat ini. Kabarnya, anak dari Bripka Seladi, saat ini juga telah menjadi seorang anggota polisi yang ditugaskan di Polair.
3. Teddy Minasha
Ya satu lagi sosok polisi hebat yang pernah menjabat sebagai Kapolres Malang Kota era 2011 - 2013. Dialah Teddy Minasha. Sosok yang saat ini mempunyai bintang satu di pundaknya tersebut dulunya merupakan seorang polisi yang punya prestasi di Kota Malang.
Dengan pengungkapan sejumlah kasus, nama Teddy kian dikenal warga masyarakat luas. Salah satunya adalah keberhasilan menangkap 53 pelaku kejahatan dari berbagai jenis kejahatan dalam waktu 10 hari.
Selain itu, lulusan Akpol 1993 dan berpengalaman dalam bidang lantas ini pernah menduduki sejumlah jabatan penting di jajaran Polres maupun Polda. Sebelumnya, perwira berusia 47 tahun kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, ini menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.
Ia juga pernah bertugas di Polsek Labuan, Polres Pandeglang dan Polres Serang sebagai Kaurbinops Satuan Reserse.
Selain itu, ia juga pernah mendapatkan sejumlah penghargaan seperti penghargaan Bintang Bhayangkara Nararya, penghargaan Seroja Wibawa Nugraha sebagai lulusan terbaik sewaktu mengikuti Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun Angkatan 2017 di Lemhannas RI.
Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya
Karirnya sendiri selalu bersih dari hal-hal negatif selama setelah 20 tahun lebih ia menjabat di kepolisian.
4. Decky Hendarsono.
Sosok pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Malang Kota pada tahun 2016 sampai 2017 ini, juga sempat mengukir kesan tersendiri di hati warga Malang, khususnya Aremania.
Sebab, ia selalu memberikan pengawalan ekstra ketika pertandingan Arema baik itu di kandang maupun di luar kota. Sehingga dengan pengawalan yang ketat, pertandingan maupun jalannya rombongan Arema selalu lancar tanpa halangan yang berat.
Selain itu, sosoknya yang begitu baik dengan semua kalangan, baik itu media maupun masyarakat, semakin membuat namanya dikenal baik.
Tak hanya itu, pengungkapan sejumlah kasus besar di saat ia memimpin, seperti kasus pembunuhan mahasiswa asal Malaku, kasus Pungli dan kasus-kasus lainnya.
Saat perpisahan lepas tugas ke tempat yang baru, sambutan Aremania di depan Polres Malang Kota begitu meriah. Ratusan Aremania mengiringi kepergian Decky dengan iringan lagu khas Arema.
5. Asfuri
Meskipun belum genap dua tahun menjabat sebagai Kapolres Malang Kota, Asfuri nampaknya menjadi salah satu polisi yang juga lekat di hati warga Kota Malang. Gayanya yang cool dan santai serta akrab dengan berbagai pihak memang membuat namanya semakin moncer di hati warga.
Berbagai kasus selama ia menjabat, juga telah dipecahkan. Mulai dari menangkap begal maupun bandar-bandar besar narkoba. Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya juga mengungkap adanya kasus ladang ganja di sebuah rumah serta berhasil mengungkap penyeludupan ribuan pil koplo di jasa pengiriman barang.
Tak hanya itu, ia juga semakin dikenal dengan program Polisi RW. Ia menginstruksikan kepada anggotanya untuk setiap RW terdapat satu polisi yang menjaring informasi dari masyarakat. Tak hanya itu, dengan program polisi cinta masjid, ia juga semakin banyak dikenal oleh warga khusunya para ulama.
6. Nikolas Eko.
Nicolas Eko merupakan Kapolres Malang Kota pada tahun 2000-2001. Saat itu ia masih berpangkat Letkol Polisi. Ia salah satu polisi yang diketahui pendiri Arema Police.
Namun, dikulik lebih jauh terkait kiprahnya di Polres Malang Kota serta terkait pendirian Arema Police, tak banyak yang mengetahui akan kisah tersebut. Artikel terkait Nicolas saat menjabat di Kota Malang sendiri juga
nyaris tak ada.
Namun meskipun begitu, ia tetap menjadi bagian dari Arema Police yang dulu namanya juga dipakai oleh tim sepakbola Polres Malang Kota.
Saat ini, ia diketahui telah pensiun. Jabatan terakhirnya diketahui merupakan Sekretaris dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk pangkat terakhirnya sendiri yakni sebagai Inspektur Jendral Polisi (Irjen).
