Miniatur mobil Hummer custom berbahan plastik buatan Taufiq Saguanto. (Luqmanul Hakim)

Miniatur mobil Hummer custom berbahan plastik buatan Taufiq Saguanto. (Luqmanul Hakim)



MALANGTIMES - Sampah plastik sangat sulit terurai. Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.

Menyikapi hal tersebut, beberapa komunitas dan mahasiswa yang terlibat bersama dengan Telkomsel melakukan gerakan sosial #BhayPlasyik pada Minggu (3/2/2019). Dalam kegiatan ini, mereka yang hadir diajak untuk berubah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai atau disebut one use.

Kegiatan ini sendiri bertujuan mengedukasi warga agar lebih sadar terhadap kebersihan lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan semua barang berbahan plastik. Jika dilakukan, berarti tindakan tersebut selaras dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik.

Dalam kegiatan yang diadakan di Loop Arena Taman Singha Merjosari ini, juga diadakan workshop pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang berharga oleh Taufiq Saguanto, founder Hot Bottle. Dalam paparannya, Taufiq memberikan edukasi mengenai bahaya sampah plastik serta memberikan cara mengubah limbah plastik tersebut menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai ekonomis. Menariknya, alat yang dipakai sederhana tanpa mesin canggih bernilai jutaan rupiah.

"Saya akan meng-experience bahwa botol itu tidak hanya bisa didaur ulang dengan alat-alat canggih bermesin mahal. Tapi dengan alat sederhana seperti gunting, lem tembak, cutter, itu bisa" ujar Taufiq.

Selain workshop, Taufiq juga memamerkan beberapa kerajinan tangan hasil buatannya  yang berbahan dasar limbah botol. barang bekas itu sudah disulapnya menjadi barang keren seperti replika mobil Hummer Custom, Ford model T, dan beberapa motor Chopper.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Telkomsel Branch Malang Egi Nataatmaja. Dalam penjelasannya, ia meminta kepada masyarakat, baik warga asli Malang maupun para pendatang, untuk bertanggung jawab terhadap sampah plastik yang ada di Kota Pendidikan ini.

“Kami percaya bahwa perubahan yang besar dapat dimulai dari sebuah aksi yang sederhana. Melalui #BhayPlastik, kami dari Telkomsel ingin memberikan perubahan besar bagi lingkungan dengan mengajak semua orang untuk mulai mengubah kebiasaan sehari-hari dalam penggunaan plastik.” ujar Egi Nataatmaja.

End of content

No more pages to load