JATIMTIMES - Para sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) berharap agar pemerintah membuka kembali layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi - Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat (NTB).
Harapan tersebut disampaikan Ketua ASLI, Selamet Barokah usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing yang dipimpin oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi Rabu (28/1/2026).
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung Sampai 2 Februari 2026: Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Dalam RDP mengundang hadirkan stakeholder terkait antara lain; perwakilan ASDP, KSOP, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Syahbandar, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polresta Banyuwangi.
"Kita hanya ingin pengajuan Penyeberangan Ketapang - Lembar kembali, kita juga sudah sering mengajukan ke kementerian. Namun hingga saat ini tidak ada realisasi," ujar Selamet Barokah.
Dia menuturkan selama ini sopir angkutan logistik sering mengalami kerugian materiil dampak antrean panjang, waktu tunggu yang lama untuk melakukan penyeberangan dan menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan menuju pelabuhan penyeberangan.
”Para sopir angkutan logistik mengeluhkan kemacetan yang membuat antrean panjang dan waktu tunggu lama mencapai empat hingga lima hari. Kondisi itu dinilai menghambat distribusi logistik dan merugikan para sopir truk,” imbuh Selamet.
Dia menambahkan para sopir logistik hanya ingin antrean panjang tidak terulang kembali sehingga persoalan pelayanan mulai dari fasilitas di kawasan pelabuhan maupun di dalam kapal secepatnya diperbaiki.
"Fasilitas dan penempatan pelabuhan Jangkar - Lembar tentu tidak pas, ditambah lagi banyaknya sopir yang berdomisili di Banyuwangi. Makanya, kita harapkan pelabuhan Ketapang - Lembar kembali dioperasikan dan waktu keberangkatan kapal harus sesuai untuk mengantisipasi adanya antrean panjang," tambahnya.
Selain itu, lanjut Selamet, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kelayakan kapal dan kelengkapan keselamatan pelayaran agar selalu prima demi mencegah kecelakaan laut maupun ketepatan waktu pemberangkatan kapal.
"Kita hanya berharap seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret demi kelancaran arus logistik nasional, serta keselamatan dan kenyamanan para sopir logistik," imbuhnya.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara mengatakan, bahwa hearing yang digelar merespon permohonan yang diajukan oleh Asosiasi sopir logistik dengan berbagai alasan. Salah satunya meminta layanan penyeberangan Ketapang - Lembar kembali dibuka, karena biaya operasional lebih murah dibandingkan melalui lintas Jangkar, Situbondo - Lembar.
"Mereka hanya meminta adanya peningkatan pelayanan demi kenyamanan para sopir, sehingga kita memfasillitasi melalui hearing agar ada penjelasan dari seluruh pihak terkait," ungkapnya.
Baca Juga : Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026 Karena Dukung Program JKN
Dalam hearing yang digelar bersama stakeholder terkait lanjut Made, semua pihak sudah memberikan penjelasan dengan baik. Permintaan untuk membuka kembali lintasan penyeberangan Ketapang - Lembar belum bisa di akomodir karena dermaga yang sebelumnya digunakan untuk penyeberangan Ketapang – Lembar saat ini dipakai untuk pelayanan penyeberangan Ketapang - Gilimanuk.
"Untuk kemungkinan dibukanya kembali tentu bisa saja, namun itu semua ranah ASDP. Yang jelas, kita sebagai lembaga Dewan hanya mendorong untuk bisa dilakukan komunikasi yang baik," jelas Made.
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, I Putu Gede Widiyana mengatakan, kondisi penyeberangan Jangkar - Lembar memang cukup lesu. Bahkan, beberapa pengusaha kapal banyak yang mundur. "Satu per satu pengusaha kapal mundur, mungkin saat ini hanya dua kapal yang masih beroperasi di Jangkar - Lembar," ujarnya.
Putu menuturkan salah satu penyebab lesunya pelabuhan Jangkar - Lembar tentu pengaruh utamanya dari selera para sopir. Bisa jadi mereka memilih lokasi penyeberangan yang lebih dekat, jika dibandingkan harus menempuh jarak yang lumayan jauh di pelabuhan Jangkar.
"Kita tentu tidak bisa memaksakan sopir untuk naik kapal di Jangkar, kita pengusaha kapal hanya bisa memilih operator kapal sesuai SOP," jelasnya.
Putu mengaku sepakat apabila layanan penyeberangan Ketapang - Lembar kembali dibuka. Tetapi harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengganggu operasional pelabuhan Ketapang - Gilimanuk.
"Memang dari segi pengusaha, kita lebih baik Ketapang - Lembar. Tetapi, kita sebagai pengusaha kapal tentu sangat senang kita ada jalur baru untuk dibukanya penyeberangan baru," pungkasnya
