JATIMTIMES - Kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram terus menghantam masyarakat Kabupaten Bondowoso sejak seminggu terakhir. Ironisnya, kondisi ini terus berulang tanpa solusi jelas, sementara warga kecil harus menanggung dampak paling berat.
Di sejumlah kecamatan pinggiran, seperti Tlogosari misalnya, LPG 3 kg nyaris tak ditemukan di tingkat pengecer. Kalaupun ada, harganya melambung jauh dari ketentuan pemerintah, mencapai Rp 22 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung. Harga tersebut jelas memberatkan warga, terutama rumah tangga miskin dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada gas melon untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga : Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syaban 2026, Bisa Digabung? Ini Penjelasannya
Akibat sulitnya mendapatkan LPG di wilayah masing-masing, banyak warga terpaksa berburu gas ke Pasar Induk Bondowoso. Namun, alih-alih mendapatkan solusi, warga justru dihadapkan pada antrean panjang yang membludak.
Antrean pembelian LPG 3 kg mengular sejak pagi hari. Warga saling berdesakan demi mendapatkan satu tabung gas. Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga terlibat adu mulut akibat berebut antrean, bahkan nyaris terjadi baku hantam sebelum akhirnya ada yang melerai.
“Gas di desa tidak ada, di warung kosong semua. Kalaupun ada harganya sampai Rp 22 hingga Rp 25 ribu. Di sini, pasar induk harganya Rp 18 ribu, tapi antreannya panjang, orang-orang sudah emosi karena sama-sama butuh,” keluh salah seorang warga inisial W yang jauh-jauh antre dari Kecamatan Tlogosari, Rabu (28/1/2026).
Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan imbauan, tetapi benar-benar hadir dengan langkah konkret, mulai dari penambahan pasokan, pengawasan ketat distribusi, hingga penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan harga.
"Saya berharap kondisi ini benar-benar ditangani oleh pemerintah," harapnya.
