Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Banjir Terjang Pemandian Dewi Sri, Kolam Renang Tergenang Lumpur

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

23 - Jan - 2026, 17:02

Placeholder
Proses penanggulangan banjir di kompleks Pemandian Dewi Sri, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Runtutan bencana yang terjadi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang selama tiga hari berturut-turut sejak Senin (19/1/2026) juga melanda kawasan kompleks Pemandian Dewi Sri. Hingga hari ini, Jumat (23/1/2026), personel gabungan yang turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan penanganan pasca banjir yang terjadi di kompleks Pemandian Dewi Sri tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, bencana banjir pada kawasan Pemandian Dewi Sri tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam. "Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Pujon menyebabkan kenaikan debit air pada saluran drainase yang mengakibatkan terjadinya banjir," ujarnya saat dikonfirmasi disela-sela penanganan pasca banjir, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga : Sertifikasi Dapur Gizi di Kota Malang Terkendala Sistem OSS

Saluran drainase yang mengalami kenaikan debit air akibat curah hujan tinggi tersebut berada di Dusun Lebaksari, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. "Saluran drainase tersebut melintasi kompleks Pemandian Dewi Sri sebelum akhirnya bermuara ke Sungai Konto," imbuhnya.

Aliran air yang pada saat itu turut membawa material banjir yang di antaranya berupa sampah tersebut, disampaikan Sadono, kemudian menyebabkan jebolnya saluran drainase. "Dampaknya, dua kolam renang di kompleks Pemandian Dewi Sri tergenang material banjir berupa lumpur, sampah, kayu hingga rumpun bambu," beber Sadono.

Selain berdampak pada sejumlah kolam renang, pada peristiwa banjir tersebut juga mengakibatkan saluran drainase yang ada di kompleks Pemandian Dewi Sri rusak. "Saluran drainase dengan panjang sekitar lima meter dan diameter 50 sentimeter di kompleks Pemandian Dewi Sri mengalami kerusakan," imbuhnya.

Banjir dilaporkan juga turut merusak sebuah warung sekaligus tempat tinggal yang ada di sekitar kawasan Pemandian Dewi Sri. Disebutkan, dinding bangunan warung dan tempat tinggal dengan panjang dan lebar yang masing-masing sekitar 1,5 meter tersebut turut rusak terdampak banjir.

"Perabotan berupa peralatan dapur dan kulkas juga hanyut terbawa oleh material banjir," imbuhnya.

Baca Juga : Musim Hujan di Jatim Kapan Berakhir? Ini Perkiraan BMKG

Diketahui, bangunan warung dan tempat tinggal yang turut terdampak banjir tersebut milik seorang wanita bernama Sutining, warga Dusun Lebaksari, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. "Nihil korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut," tuturnya.

Personel gabungan dari unsur BPBD Kabupaten Malang, para relawan hingga masyarakat sekitar kemudian diterjunkan guna melakukan penanggulangan pasca banjir. Selain itu, pembersihan material banjir juga turut dilakukan secara swadaya oleh pihak pengelola Pemandian Dewi Sri.

Di sisi lain, berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Malang, kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban terdampak banjir tersebut meliputi terpal, paket sembako, hingga peralatan dapur. "Kondisi sampai dengan saat ini masih dalam tahap proses pembersihan (material banjir, red)," pungkas Sadono.


Topik

Peristiwa pemandian dewi sri dewi sri banjir bpbd kabupaten malang kabupaten malang sadono irawan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya