Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Musim Hujan di Jatim Kapan Berakhir? Ini Perkiraan BMKG

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

23 - Jan - 2026, 14:56

Placeholder
Ilustrasi hujan. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Memasuki akhir Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode aktif musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa musim hujan 2025/2026 memang memiliki durasi lebih panjang dibandingkan pola klimatologis normal, dengan puncak hujan di sejumlah daerah masih berlangsung hingga Februari 2026.

BMKG menjelaskan, pola musim hujan kali ini dipengaruhi oleh dinamika iklim global dan regional. Secara global, kondisi El Niño Southern Oscillation (ENSO) sepanjang 2025 berada pada fase netral. 

Baca Juga : Sering Gagal Pakai Lip Vinyl? Coba Trik Lip Marinate Ini

Namun, menjelang akhir 2025 hingga awal 2026, terdapat peluang terbentuknya La Niña lemah yang berpotensi meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Selain ENSO, faktor lain yang berperan adalah Indian Ocean Dipole (IOD). BMKG mencatat, IOD sempat berada pada fase negatif hingga akhir 2025. Kondisi tersebut mendorong pasokan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia, terutama kawasan barat, sehingga hujan lebih sering terjadi dan musim hujan berlangsung lebih lama.

Dalam pembagian wilayah, BMKG menyebut puncak musim hujan tidak terjadi secara bersamaan. Untuk wilayah barat Indonesia, seperti sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan barat, serta sebagian Jawa, puncak hujan telah terjadi lebih awal pada November hingga Desember 2025.

Sementara itu, memasuki Januari 2026, wilayah selatan dan timur Indonesia justru masih berada pada fase puncak musim hujan. Daerah-daerah tersebut meliputi sebagian Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini membuat potensi hujan lebat masih cukup tinggi di awal tahun.

BMKG mencatat sekitar 33,6 persen wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada periode November–Desember 2025. Adapun wilayah yang puncaknya jatuh pada Januari hingga Februari 2026 mencakup area selatan dan timur Indonesia, sehingga dampak musim hujan masih terasa hingga saat ini.

Dari sisi awal musim, BMKG menilai musim hujan 2025/2026 datang lebih cepat di banyak wilayah. Bahkan, sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan telah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Setelah itu, hujan meluas ke wilayah lain pada rentang September hingga November 2025.

Baca Juga : Cha Eun-woo Terseret Dugaan Skandal Pajak Bernilai Fantastis, Fantagio Akhirnya Angkat Bicara

Meski berlangsung lebih panjang, BMKG memastikan intensitas curah hujan secara umum masih berada pada kategori normal. Artinya, hujan tidak tergolong lebih ekstrem dibandingkan rata-rata klimatologis. Namun, durasi hujan yang lebih lama tetap meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan bahwa tidak semua wilayah Indonesia sepenuhnya berada dalam kondisi musim hujan. Perbedaan pola hujan menyebabkan sebagian kecil daerah masih mengalami kemarau. Pada periode September hingga Desember 2025, sekitar 1,7 persen wilayah masih berada dalam musim kemarau, terutama di sebagian Sulawesi dan Papua Barat.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, BMKG memperkirakan sekitar 6,6 persen wilayah Indonesia kembali mengalami kemarau. Wilayah tersebut meliputi pesisir timur Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga pesisir utara Papua Barat Daya.

BMKG pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca di awal 2026. Kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya dinilai penting, mengingat musim hujan masih akan berlangsung di sejumlah wilayah hingga beberapa waktu ke depan.


Topik

Peristiwa Bmkg prediksi bmkg El nino



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya