JATIMTIMES - Nama Cha Eun-woo tengah menjadi sorotan tajam publik Korea Selatan. Aktor sekaligus member grup ASTRO itu dikabarkan sedang berada dalam radar penyelidikan Dinas Pajak Nasional Korea Selatan (National Tax Service/NTS) terkait dugaan penggelapan pajak bernilai fantastis, mencapai 20 miliar won atau setara sekitar Rp 214 miliar.
Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu audit pajak terbesar yang pernah menargetkan figur publik di industri hiburan Korea. Laporan awal mengenai penyelidikan tersebut pertama kali diungkap oleh media lokal Star News.
Baca Juga : Sepatu Bau Apek Saat Musim Hujan? Ini Cara Mudah Mengatasinya di Rumah
Menurut laporan tersebut, Cha Eun-woo menjadi subjek audit Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Regional Seoul sejak tahun lalu. Penyelidikan ini berkaitan dengan pendirian sebuah perusahaan manajemen terpisah dari Fantagio, agensi utama yang menaunginya.
Perusahaan tersebut diketahui didirikan oleh ibu Cha Eun-woo dan disebut tetap mengelola aktivitas profesional sang aktor. Dalam laporan audit, NTS mencurigai perusahaan ini digunakan sebagai sarana untuk menekan kewajiban pajak penghasilan serta pajak lainnya.
Jumlah pajak yang belum dibayarkan Cha Eun-woo disebut melampaui 20 miliar won. Angka ini muncul dari hasil audit yang dilakukan sebelum sang aktor menjalani wajib militer pada Juli 2025.
NTS menilai perusahaan keluarga tersebut tidak memberikan layanan nyata atau aktivitas bisnis yang substansial. Bahkan, agensi itu dilaporkan dikategorikan sebagai perusahaan fiktif.
Selain itu, penyidik mencurigai adanya aliran pendapatan antara perusahaan tersebut dan Fantagio, termasuk pembagian hasil kontrak kerja Cha Eun-woo yang dinilai berpotensi melanggar aturan perpajakan.
Dalam laporan sementara, status Cha Eun-woo dinyatakan gagal memenuhi kewajiban pembayaran pajak penghasilan dengan nilai sangat besar.
Cha Eun-woo dikabarkan sempat meminta agar pengumuman resmi hasil audit ditunda hingga ia menyelesaikan masa wajib militernya. Namun, NTS menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan pajak kepada pihak terkait meski proses klarifikasi masih berjalan.
Sebagai informasi, Cha Eun-woo mulai menjalani wajib militer pada 28 Juli 2025 dan dijadwalkan menyelesaikan tugas negara tersebut pada 27 Januari 2027.
Fantagio akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang berkembang. Dalam pernyataan resminya, agensi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan akhir dari otoritas pajak.
Baca Juga : 3 Doa yang Mustajab Dibaca Saat Bulan Syaban, dan Waktu Terbaik Membacanya
“Pokok permasalahan dalam kasus ini adalah apakah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun-woo dapat dikategorikan sebagai entitas yang memiliki kewajiban pajak substantif. Saat ini belum ada kesimpulan atau pemberitahuan resmi. Kami akan secara aktif mengklarifikasi hal ini melalui prosedur hukum yang berlaku,” ujar Fantagio.
Fantagio juga menambahkan bahwa Cha Eun-woo bersama perwakilan pajaknya akan bekerja sama penuh demi mempercepat penyelesaian kasus.
“Sebagai warga negara Korea Selatan, Cha Eun-woo akan tetap menjalankan seluruh kewajiban pajak dan kewajiban hukum lainnya dengan penuh tanggung jawab,” lanjut pernyataan tersebut.
Dampak ke Kontrak Iklan
Isu ini mulai berdampak pada aktivitas komersial Cha Eun-woo. Pada Kamis (22/1/2026), merek perawatan kulit Abib diketahui mengubah status video promosi yang menampilkan sang aktor menjadi privat di YouTube.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Shinhan Bank. Sejak Jumat (23/1/2026) pagi, iklan Cha Eun-woo dilaporkan telah dihapus dari kanal YouTube dan media sosial resmi bank tersebut. Padahal, Cha baru ditunjuk sebagai model layanan keuangan Shinhan Bank pada awal 2025.
Sentimen publik semakin memanas setelah muncul kabar bahwa pihak Cha Eun-woo mencoba melakukan negosiasi dengan NTS terkait penundaan pengumuman hasil audit hingga masa wajib militernya berakhir.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan dan publik menantikan hasil resmi dari otoritas pajak Korea Selatan.
