JATIMTIMES - Perubahan penulisan nama negara tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Bukan hanya Thailand yang kini ditulis menjadi Tailan, Indonesia juga melakukan penyesuaian ejaan terhadap sejumlah nama negara lain dalam bahasa Indonesia.
Penyesuaian ini bukan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah Indonesia secara resmi telah mendaftarkan pembaruan standar penamaan negara dunia tersebut ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada 2025.
Baca Juga : Negara dengan Frekuensi Mandi Tertinggi di Dunia, Indonesia Masuk 5 Besar
Indonesia menilai pembaruan dokumen eksonim perlu dilakukan untuk menghilangkan ketidakkonsistenan ejaan nama negara. Selain itu, revisi dilakukan dengan mengacu pada Daftar Nama Negara UNGEGN tahun 2021.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan menyeragamkan penggunaan nama negara dalam bahasa Indonesia agar lebih akurat secara linguistik.
"Tujuan utama pembaruan dokumen eksonim adalah untuk memastikan bahwa representasi nama negara di seluruh dunia mematuhi keakuratan dan konsistensi linguistik," demikian bunyi dokumen resmi yang disiapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta para ahli linguistik dari Universitas Indonesia.
Tak hanya itu, pembaruan ini juga dinilai penting untuk penggunaan resmi dalam berbagai dokumen negara. "Inisiatif ini sangat penting untuk menstandarisasi referensi nama negara dalam berbagai konteks resmi, seperti korespondensi negara, catatan pemerintah, dan laporan. Selain itu, referensi nama negara yang distandarisasi digunakan dalam materi pendidikan, termasuk buku teks dan berita, media sosial, dan media massa." tambah keterangannya.
Sebagai informasi, eksonim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bentuk asing untuk nama geografis. Istilah ini digunakan untuk menyebut wilayah geografis yang berada di luar area tempat bahasa tersebut dipakai.
Karena itulah, Indonesia merasa perlu memperbarui daftar eksonim agar penulisan nama negara tidak lagi berbeda-beda di dokumen resmi, pendidikan, maupun media massa.
Baca Juga : Banjir Luapan Terjang Pujon, Rusak Sekolah hingga Posyandu
Thailand memang menjadi contoh yang paling ramai dibicarakan karena kini secara resmi ditulis Tailan dalam bahasa Indonesia. Namun, perubahan serupa juga terjadi pada sejumlah negara lain.
Selain Thailand, beberapa nama negara sebelumnya juga telah disesuaikan, seperti Swiss menjadi Swis, Afghanistan menjadi Afganistan, Lebanon menjadi Libanon, hingga Bangladesh menjadi Banglades.
Sementara itu, dalam dokumen pembaruan terbaru, tercatat 10 negara yang mengalami penyesuaian ejaan dan penulisan sebagai berikut:
• Cabo Verde menjadi Tanjung Hijau
• Djibouti menjadi Jibuti
• Kyrgyzstan menjadi Kirgistan
• Liechtenstein menjadi Liktenstin
• Paraguay menjadi Paraguai
• Slovakia menjadi Slowakia
• Slovenia menjadi Slowenia
• Seychelles menjadi Seisel
• Sierra Leone menjadi Siera Lioni
• Thailand menjadi Tailan.
