JATIMTIMES - Google kembali menuai sorotan. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu menghapus sebagian fitur AI Overviews atau ringkasan berbasis kecerdasan buatan di hasil pencarian, setelah dinilai berpotensi membahayakan kesehatan pengguna.
Langkah tersebut diambil usai investigasi The Guardian menemukan bahwa ringkasan AI Google menyajikan informasi kesehatan yang keliru dan menyesatkan. Sejumlah pakar bahkan menyebut informasi tersebut sebagai sesuatu yang “berbahaya” dan “mengkhawatirkan”.
Baca Juga : Bukan Gorengan, 3 Makanan Sehat Ini Justru Jadi Penyebab Perut Buncit Susah Kempis
AI Overviews sendiri merupakan fitur Google yang menampilkan ringkasan cepat di bagian paling atas hasil pencarian, menggunakan teknologi generative AI. Google sebelumnya mengklaim fitur ini “membantu” dan “andal” dalam memberikan gambaran singkat suatu topik.
Namun temuan The Guardian justru menunjukkan sebaliknya. Dalam salah satu kasus, AI Google menampilkan informasi yang salah terkait hasil tes fungsi hati atau liver function test (LFT). Kesalahan itu berpotensi membuat pasien dengan penyakit hati serius merasa dirinya sehat.
Saat pengguna mengetikkan kata kunci seperti “what is the normal range for liver blood tests” (Berapa kisaran normal untuk tes darah hati), maka AI Google menyajikan deretan angka tanpa konteks memadai. Informasi tersebut tidak mempertimbangkan faktor penting seperti usia, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi medis pasien.
Para ahli menilai angka “normal” versi AI tersebut bisa sangat berbeda dengan standar medis yang sebenarnya. Akibatnya, pasien yang hasil tesnya bermasalah bisa saja mengira kondisinya normal dan memilih tidak melanjutkan pemeriksaan ke tenaga medis.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Google akhirnya menghapus AI Overviews untuk pencarian “what is the normal range for liver blood tests” (Berapa kisaran normal untuk tes darah hati) dan “what is the normal range for liver function tests” (Berapa kisaran normal untuk tes fungsi hati).
Seorang juru bicara Google mengatakan pihaknya tidak mengomentari penghapusan satu per satu hasil pencarian. Namun Google mengklaim akan terus melakukan perbaikan jika AI kehilangan konteks penting.
“Dalam kasus di mana AI Overviews kurang konteks, kami melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mengambil tindakan sesuai kebijakan kami,” ujar perwakilan Google, dikutip The Guardian, Senin (12/1/2026).
Langkah Google itu disambut positif oleh British Liver Trust. Direktur komunikasi dan kebijakan lembaga tersebut, Vanessa Hebditch, menyebut penghapusan tersebut sebagai kabar baik.
“Ini adalah berita yang sangat baik. Kami senang Google menghapus AI Overviews dalam kasus ini,” katanya.
Meski begitu, Hebditch mengingatkan risiko belum sepenuhnya hilang. Menurutnya, AI Google masih bisa menampilkan ringkasan menyesatkan jika pertanyaan ditulis dengan variasi berbeda, seperti “lft reference range” atau “lft test reference range”.
“Tes fungsi hati terdiri dari beberapa jenis pemeriksaan darah. Memahami hasilnya itu rumit dan tidak cukup hanya membandingkan angka,” jelas Hebditch.
Ia juga menyoroti bahwa AI Overviews tidak memberikan peringatan bahwa seseorang bisa saja memiliki hasil tes normal, padahal mengidap penyakit hati serius dan membutuhkan perawatan lanjutan. “Rasa aman yang salah ini bisa sangat berbahaya,” tegasnya.
Google, yang menguasai sekitar 91 persen pasar mesin pencari global, mengaku tengah meninjau contoh-contoh baru menyesatkan yang disampaikan The Guardian. Namun kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Sue Farrington, Ketua Patient Information Forum.
Baca Juga : Putus! Perseteruan Ari Lasso dan Dearly Djoshua Diumbar di Medsos, Ribut soal Foto Lama
Menurut Farrington, penghapusan ini memang langkah awal yang baik, tetapi masih jauh dari cukup. “Ini hasil yang positif, tetapi baru langkah pertama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap informasi kesehatan di Google,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih banyak contoh AI Google yang menyajikan informasi kesehatan tidak akurat. Padahal, jutaan orang di seluruh dunia masih kesulitan mendapatkan informasi kesehatan yang tepercaya.
“Karena itu sangat penting bagi Google untuk mengarahkan pengguna ke sumber kesehatan yang berbasis bukti dan lembaga yang kredibel,” kata Farrington.
Investigasi The Guardian juga menemukan bahwa AI Overviews masih muncul untuk topik sensitif lain, termasuk kanker dan kesehatan mental. Sejumlah pakar bahkan menyebut ringkasan tersebut “sepenuhnya salah” dan “sangat berbahaya”.
Saat ditanya mengapa ringkasan itu belum dihapus, Google berdalih AI Overviews tersebut mengutip sumber tepercaya dan menyarankan pengguna untuk mencari bantuan ahli.
“Kami telah meninjau informasi yang dibagikan dan dalam banyak kasus, isinya tidak tidak akurat serta didukung oleh situs berkualitas tinggi,” kata Google.
Meski begitu, editor senior situs teknologi Futurism, Victor Tangermann, menilai hasil investigasi ini menjadi peringatan bagi Google.
“Ini menunjukkan Google masih punya banyak pekerjaan rumah agar AI-nya tidak menyebarkan misinformasi kesehatan yang berbahaya,” ujarnya.
Google menegaskan AI Overviews hanya ditampilkan jika sistem memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap kualitas jawaban. Namun, seperti dikutip dari Search Engine Journal, kesalahan AI dalam topik kesehatan memiliki dampak yang jauh lebih besar dibanding bidang lain.
“AI Overviews muncul di atas hasil pencarian. Saat topiknya kesehatan, satu kesalahan saja bisa berakibat fatal,” tulis penulis senior Matt Southern.
