JATIMTIMES - Tren makeup bibir terus berubah mengikuti cara perempuan mengekspresikan diri. Pada 2026 ini, fokus riasan bibir tak lagi soal kilap berlebihan atau garis yang super tegas. Saat ini trennya bergeser pada tampilan yang terlihat lebih lembut, natural, tapi tetap memberi efek penuh.
Melihat selama 2025, lip liner sempat jadi senjata utama banyak orang. Garis bibir dibuat tegas dan rapi untuk menciptakan bentuk yang dramatis.
Baca Juga : Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis Unisba Blitar Pelajari Pengelolaan UMKM di Camilan 25 Simbar Group
Namun, gaya terbut perlahan mulai ditinggalkan karena dianggap kurang praktis untuk tampilan sehari-hari. Sehingg tren 2026 kini bergerak pada tampilan yang lebih santai, menyatu dengan kulit, dan tidak terlihat terlalu dibuat-buat.
Hal tersebut dibeberkan Make-up artist internasional Katie Jane Hughes. Ia melihat perubahan ini sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan. Sosok di balik riasan Dua Lipa hingga Hailey Bieber ini menilai garis bibir yang terlalu tajam sudah mulai terasa ketinggalan zaman. “Tren ke depan justru akan menonjolkan bibir yang tampak lembut dan penuh secara alami, tanpa harus mengandalkan garis keras. Efek volume kini lebih banyak dihasilkan lewat teknik membaurkan warna, bukan sekadar menegaskan kontur,” ucap Hughes.
Teknik ini disebut Halo lips. Halo lips adalah teknik riasan bibir yang memusatkan warna di bagian tengah bibir, lalu membaurkannya ke arah luar. Tidak ada garis tegas di tepi bibir.
Justru gradasi warna yang lembut inilah yang menciptakan ilusi bibir lebih penuh. Tampilan ini terinspirasi dari gaya 90-an, tapi dikemas dengan sentuhan yang lebih modern.
Hasilnya terlihat segar, ringan, dan tetap berdimensi tanpa kesan berlebihan. Menariknya, teknik halo lips tidak ribet dan tidak membutuhkan banyak produk.
Untuk membuat Halo Lips cukup siapkan bronzer krim matte, kuas kecil, lip liner, dan lipstik. Kuncinya ada pada permainan warna di area sekitar mulut.
Baca Juga : Malam Ketika Harun ar-Rasyid Menangis: Nasihat Ulama yang Meruntuhkan Singgasana
Menurut Hughes area di sekitar bibir berperan besar dalam menciptakan efek volume. Jika ingin bibir terlihat lebih penuh tanpa filler, permainan warna di area ini sangat menentukan. “Cara mengaplikasikannya pun cukup sederhana. Bronzer krim dibaurkan tipis di sekitar kontur bibir untuk menciptakan efek bayangan,” imbuh Hughes.
Bagian tengah bibir dibiarkan lebih cerah atau berwarna pink alami. Setelah itu, lip liner diaplikasikan di bagian dalam kontur bronzer dan dibaurkan agar menyatu. Sebagai sentuhan akhir, lipstik ditepuk ringan di tengah bibir.
Setelah tren bibir glossy dan super-tegas mendominasi cukup lama, halo lips hadir sebagai alternatif yang terasa lebih narural. Teknik ini memberi ruang untuk tampil cantik tanpa harus terlihat sempurna. “Karena pada akhirnya, makeup bukan soal garis yang presisi, tapi soal kenyamanan dan kepercayaan diri,” tutup Hughes.
