Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Rektor Universitas Brawijaya Tegaskan Arah Transformasi Kampus di Usia Ke-63

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

05 - Jan - 2026, 19:06

Placeholder
Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Brawijaya memasuki usia ke-63 dengan satu pesan kunci: perubahan tak bisa ditunda. Momentum dies natalis tahun ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penegasan arah bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya bertahan, namun harus bertransformasi dan berdampak.

Puncak peringatan Dies Natalis Ke-63 UB ditandai melalui Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat yang digelar Senin (5/1/2026) di Gedung Samantha Krida. Di forum inilah, Rektor UB Prof Widodo menyampaikan sikap institusional kampus terhadap tantangan pendidikan tinggi, dunia kerja, dan pembangunan kawasan ke depan.

Baca Juga : Rekrutmen Pengemudi Disiapkan, Rencana Angkot Khusus Pelajar Dimatangkan

Dalam laporannya, Prof Widodo menegaskan bahwa UB tengah berada pada fase penting transformasi menuju universitas berkelas dunia. Transformasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan reputasi akademik, tetapi juga penguatan peran nyata kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Fokus pengembangan UB pada tahun 2026 diarahkan pada optimalisasi aset dan perluasan layanan akademik melalui pembangunan fisik di luar kampus utama. Strategi ini dipilih untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan riil lapangan.

“Perencanaan dan implementasi pembangunan tahun 2026 kami arahkan untuk memperkuat transformasi UB menuju institusi unggul,” ujar Widodo. Ia menyebutkan dua proyek utama yang menjadi prioritas, yakni pembangunan gedung A vokasi Kampus UB Kepanjen dan gedung kuliah IV Kampus UB Kediri.

Pengembangan kampus satelit UB Kepanjen menjadi sorotan utama. Berlokasi di Desa Mangunrejo, Kabupaten Malang, kawasan ini dikembangkan di atas lahan seluas 29,1188 hektare. Bukan sekadar perluasan ruang kelas, kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi yang menggabungkan pendidikan vokasi, riset terapan, inovasi, serta dukungan bagi industri dan kewirausahaan.

“Pembangunan kampus satelit ini merupakan bagian dari strategi besar transformasi institusi berbasis vokasi, penguatan riset terapan, dan peran kawasan,” tegas rektor.

Menurut Widodo, pendekatan ini penting agar perguruan tinggi tidak terisolasi dari dinamika sosial dan ekonomi di sekitarnya. Kampus harus hadir sebagai simpul penggerak, bukan menara gading yang terpisah dari realitas.

Kawasan Kepanjen nantinya tidak hanya diisi ruang perkuliahan, tetapi juga laboratorium terapan, pusat inovasi, serta fasilitas pendukung kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Desain tersebut sekaligus mempertegas arah UB untuk mempersempit jarak antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan.

Rektor UB berharap kehadiran kampus modern di Kepanjen dan Kediri dapat menjadi katalis pertumbuhan Malang Raya. Selain memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, ekspansi ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas daerah serta mendorong lahirnya inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Baca Juga : Mahasiswa dan Pekerja Dominasi Kasus Narkoba di Kota Batu, Peredaran Okerbaya dan Sabu-sabu Paling Darurat

Di sisi lain, pengembangan kedua kampus tersebut juga dirancang untuk memperkuat kemandirian finansial universitas melalui peningkatan revenue generating activity. Pada tahun 2026, fokus implementasi diarahkan pada kesiapan konstruksi, seleksi mitra strategis, serta tata kelola kerja sama yang akuntabel dan transparan.

Di luar agenda strategis pembangunan, peringatan Dies Natalis Ke-63 UB tetap menjaga keseimbangan antara ambisi global dan akar budaya. Ketua Panitia Dies Natalis Prof Dr Hamidah Nayati Utami menyampaikan bahwa konsep perayaan tahun ini sengaja dirancang lebih membumi.

“Kami mengangkat kegiatan sosial budaya seperti nguri-nguri pawon dan kenduri. Ini menjadi upaya merawat nilai-nilai lokal di tengah langkah UB menuju level global,” ujarnya.

Sebanyak 16 kegiatan digelar dalam rangkaian dies natalis, mencakup bidang akademik, seni budaya, lingkungan, hingga internasionalisasi. Seluruh rangkaian dirancang agar kehadiran UB tidak hanya terasa di lingkungan kampus, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Sidang pleno terbuka ini juga menjadi momen penghargaan bagi sivitas akademika yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. UB menganugerahkan Lifetime Achievement Award 2026 kepada sejumlah dosen dan peneliti atas kontribusi mereka dalam bidang kemanusiaan, riset, publikasi ilmiah, serta inovasi dan hilirisasi riset.

Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa transformasi UB dibangun di atas fondasi pengabdian panjang, kerja ilmiah yang konsisten, dan keberanian menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata.


Topik

Pendidikan UB Universitas Brawijaya Malang Dies Natalis UB pengembangan arah kampus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy