Suasana Malam Hari Komplek Ruko Borubudur Commercial Centre di Jalan Terusan Borobudur 86 (Anggoro Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana Malam Hari Komplek Ruko Borubudur Commercial Centre di Jalan Terusan Borobudur 86 (Anggoro Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rabu (17/1/2019) malam, suasana Kota Malang di perbatasan Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing agak sepi dibandingkan malam-malam biasanya. Maklum, dari siang hingga malam, kawasan ini diguyur hujan yang cukup deras seharian.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Saya yang merupakan wartawan MalangTIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia di bawah grup JatimTIMES Network, tergelitik untuk menikmati suasana malam di luar rumah, walau hujan terus mengguyur seharian. Bukan tanpa alasan saya ingin menikmati suasana malam di kawasan yang terkenal dengan kehidupan 24 jamnya tersebut.

Kawasan yang saya pilih untuk menghabiskan malam adalah Komplek Ruko Borubudur Commercial Centre di Jalan Terusan Borobudur 86. Komplek tersebut sehari-harinya, terutama pada malam hari, memang terkenal dengan keramaian dan kebisingannya.

Ramai, karena di komplek ruko itu terdapat Warunk Upnormal yang tiap malam selalu ramai dikunjungi para penikmat kuliner. Bising, karena di kawasan tersebut juga terdapat dua karaoke, tempat hiburan penyaji minuman keras dan purel. Yakni Next KTV dan Rasa Cinta. Tentu saja, dua karaoke ini tiap malamnya juga ramai dikunjungi para lelaki yang ingin menikmati hiburan sambil menenggak minuman beralkohol dengan didampingi purel-purel cantik nan seksi.

Saat itu, sekitar pukul 19.00 hingga pukul 21.00, saya nongkrong bersama seorang teman yang juga bekerja di MalangTIMES dengan hujan yang masih setia menemani malam. Kami sengaja datang ke tempat tersebut karena ada tujuan tertentu. Yakni ingin makan malam untuk mengisi perut yang sedari sore sudah keroncongan, plus menggali informasi dan data komprehensif untuk bahan membuat berita kami. Istilah, sambil menyelam minum air (jadi tenggelam deh, hehehehe)

Berita yang kami dalami ini sebenarnya sama dengan berita-berita lainnya, biasa-biasa saja. Hanya saja, menurut saya, ada sesuatu yang unik dalam berita tersebut. Penasaran kan? Begini, untuk awal tulisan ini saya jelaskan saja gambaran besarnya. Selengkapnya, berita ini akan kami ulas secara serial. Sebab kalau langsung kami jadikan satu berita, tulisannya akan terlalu panjang.

Gambaran besarnya seperti ini. Di komplek ruko tersebut ada tempat-tempat makan yang cukup terkenal, namanya Warunk Upnormal. Warung yang berpusat di Bandung tersebut cabangnya hampir 100 tempat yang tersebar di Indonesia. Di Malang sendiri ada dua lokasi, selain di Jalan Terusan Borobudur, warung ini juga terdapat di Jalan Pahlawan Trip.

Khusus di Jalan Terusan Borubudur, Warunk Upnormal yang baru berdiri sekitar setahunan ini, mampu menarik minat pengunjung. Akibatnya, tempat parkir di komplek ruko dipenuhi dengan sepeda motor dan mobil pengunjung Upnormal.

Rupanya, parkir yang dipenuhi pengunjung Upnormal ini membuat pemilik karaoke Next KTV terganggu. Sebab, banyak pelanggannya yang urung menenggak minuman keras dan menikmati mulusnya purel di tempat hiburan itu. Pengunjung karaoke urung masuk ke Next KTV karena lahan parkirnya sudah dipenuhi oleh kendaraan penikmat roti bakar dan mi di Upnormal.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Sama halnya dengan Next KTV, Warunk Upnormal ini juga tutup pada dinihari, yakni pada pukul 03.00. Karena tutupnya sama-sama dinihari, maka pemilik hiburan Next KTV ini merasa terusik. Pemilik Next KTV  akhirnya menggunakan segala daya upaya agar Warunk Upnormal bisa tutup. Walau tak bisa tutup penuh, minimal warung itu sudah tutup beroperasional pada pukul 22.00.

Nah, berdasarkan informasi yang saya dapat, akhirnya pemilik Next KTV ini memanfaatkan jaringannya yang ada di Pemkot Malang. Cara masuknya, yakni dengan mengirimkan surat ke Satpol PP. Surat inilah yang akhirnya digunakan Satpol PP untuk menindak Warunk Upnormal.

Dari sinilah akhirnya MalangTIMES tergelitik untuk menelusuri kasus ini lebih dalam. Ada beberapa berita yang kami bahas sedetail mungkin. Di antaranya adalah tudingan bahwa pihak Satpol PP lebih memihak kepada penyedia purel daripada penyedia kuliner. Indikasi keberpihakan karena izin yang diperkarakan oleh Satpol PP terhadap Warunk Upnormal besar kemungkinan juga tidak dimiliki oleh Next KTV, karena lokasinya memang satu kompleks.

Tak hanya itu, Warunk Upnormal ini sudah mengajukan izin sejak Januari 2018 lalu, namun hingga sampai saat ini izin tersebut juga belum kelar-kelar. Bahasan ini juga menarik, apakah Pemkot Malang memang mempersulit usaha kuliner, sedangkan penyedia minuman beralkohol dan purel dipermudah izinnya?

Fakta menarik lainnya dalam kasus ini adalah betapa anehnya Kota Malang yang mayoritas didominasi muslim tersebut. 

Sebab, di tempat lainnya yang dipermasalahkan adalah bisnis-bisnis yang menjual barang haram yang mendekati maksiat. Sedangkan di kota ini, justru pengusaha bisnis barang haram berani memperkarakan orang yang berusaha halal dengan mengurus izin secara benar.

Keanehan-keanehan ini akan diurai MalangTIMES dalam serial berikutnya. Termasuk ulasan dari pengusaha Upnormal, Next KTV, pihak dari Satpol PP, Wali Kota Malang Sutiaji, para ulama, dan tentunya juga para rektor universitas di Malang.