JATIMTIMES - Gedung Arrahim, Kampus III Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Sabtu pagi, 29 November 2025, terasa lebih hidup dari biasanya. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengumpulkan sivitasnya dalam sebuah workshop yang kemudian berubah menjadi ruang dialog, dan di momen itulah, logo baru FKIK diperlihatkan untuk pertama kalinya.
Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes, Sp,Rad (K), hadir dan menekan tombol peresmian, tapi atmosfernya jauh dari suasana formal. Peserta tampak lebih sibuk mengamati detail visual yang muncul di layar: rangkaian potongan puzzle yang saling terhubung. Bentuknya sederhana, tetapi memantik percakapan ringan di barisan kursi, tentang makna potongan, tentang hubungan antarunit, atau sekadar tentang estetika yang terasa segar.
Baca Juga : SMPN 3 Kepanjen Kuatkan Komitmen Jadi Sekolah Adiwiyata, Kelola Sampah secara Mandiri
Logo ini memang membawa pesan, tapi bukan pesan yang dibacakan dengan nada heroik. Puzzle itu lebih seperti metafora sehari-hari, yakni unit-unit di FKIK yang selama ini bekerja dengan ritme berbeda, namun tetap saling menautkan peran.
Dekan FKIK menyampaikan refleksi singkat. Ia menekankan bahwa perubahan visual ini hadir karena fakultas ingin bergerak lebih relevan dengan dinamika pendidikan kesehatan saat ini. “Kami ingin mengingatkan diri sendiri bahwa kerja bersama itu penting. Logo ini cuma pengingat kecil,” katanya.
Workshop pun bergulir santai. Para peserta diberi ruang bertanya, menilai, dan mendiskusikan filosofi di balik desain. Bukannya seremoni satu arah, acara justru terasa seperti sesi tukar pandangan, tentang identitas, arah fakultas, dan bagaimana kolaborasi bisa dirawat tanpa harus selalu tampil formal.
Baca Juga : Unisba Blitar Bekali Siswa SMK Islam Kanigoro dengan Pelatihan Journaling untuk Regulasi Emosi
Peluncuran ini tak dibungkus sebagai tonggak besar, tetapi lebih sebagai momen orientasi ulang. FKIK UIN Malang kini memakai wajah baru, dan harapannya, logo itu bisa menjadi penanda bagi semua yang terlibat di dalamnya bahwa perjalanan mereka sedang memasuki fase yang lebih terhubung dan lebih membumi.
