MALANGTIMES - PDAM Kota Malang kembali memberitahukan kepada pelanggan bahwasannya pada Rabu (9/1/2018), aliran air di sejumlah kawasan kembali mengalami gangguan. Pengumuman itu pun disampaikan melalui akun resmi media sosial mereka di twitter @pdammalangkota.
Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh
Pada sekitar pukul 10.00 WIB, disampaikan jika ada sekitar 21 daerah terdampak. Hal itu dikarenakan menurunnya debit air pada tandon Buring yang menyebabkan aliran air minum berpotensi sangat kecil. Sehingga pelanggan diimbau untuk menandon atau menyimpan air.
Dalam pengumuman itu disebutkan secara rinci bahwa daerah yang terdampak adalah Jl. Ki Ageng Gribig, Jl. KH Malik, Jl. Mayjend Sungkono, Jl. K Pasreh, Perum Green Living, Jl. Bumiayu Arjowinangun, Segaran, Muharto, Jl. Lowokdoro, Jl. Satsuitubun, hingga Jl. Gadang.
Selanjutnya Perum City Side, Jl. Kebon Agung, Jl. Sentani, Jl. Danau Bratan, Jl. Selat Malaka, Jl. Danau Singkarang, Jl. Selat Bali, Jl. Dirgantara, Jl. Danau Toba, dan Sawojajar Ruko.
Dijelaskan pula jika saat ini PDAM Kota Malang tengah melakukan tratracing flow mulai dari Tandon Simpan sampai dengan Tandon Buring Atas. Sehingga, para pelanggan terdampak selain menandon air juga dapat menghubungi petugas melalui nomor khusus untuk mendapat bantuan air tangki.
Kondisi sama, yaitu menurunnya debit air pada tandon Buring sebelumnya terjadi pada Selasa (8/1/2019) kemarin. Selain itu juga sempat terjadi pada Minggu (6/1) 2019). Di mana titik proyeksi daerah terganggu sama dengan yang terjadi pada hari ini. Kondisi itu pun disampaikan PDAM melalui akun twitternya tersebut.
Lantaran saking seringnya terjadi gangguan aliran air, para pelanggan pun meradang. Karena mereka sangat tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Beberapa bahkan menyampaikan unek-uneknya tersebut dengan membalasnya di kolom komentar cuitan PDAM.
"Kapan normalnya Jl. Kebonsari," tanya @bulukhal.
"Mbak/mas, Kira-kira masih lama kah proses normalisasinya? Ada estimasi waktu?," tambah @tepheni.
"Madyopuro juga nggak ngalir airnya bu," timpal @dwisandyalamsyah.
"Iki sampe kapan bos banyu mati!!! kene butuh banyu, bolak balek mati bayar full terus. Iki bayar bos, duduk bayar godong. Sampe detik iki durung murup. Kate gawe banyu got a? (Ini sampai kapan ya airnya mati. Kami butuh air, tapi terus-terusan mati. Padahal kami membayar full terus. Ini bayar bos, bukan bayar gunakan daun. Sampai sekarang belum juga hidup airnya. Apa mau gunakan air got?; red)," protes @bayuchandra23.
Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB
"Bener. Gak e Sawojajar kok sering mati e. Suwe-suwe dadi tarzan aku gak adus. Yaopo PDAM iki (Benar. Kenapa daerah Sawojajar ini kok sering mati. Lama-lama jadi tarzan aku nggak pernah mandi. Bagaimana PDAM ini; red)," timpal @nblsalsabila.
Sementara itu, Humas PDAM Kota Malang, Machfiyah sampai diturunkannya berita ini belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi dan dimintai keterangan belum memberikan jawaban.
