9 Wanita yang Menemani Soekarno Semasa Hidupnya, Ada yang Tahu?

Dec 27, 2018 11:07
Soekarno dan istri (Istimewa)
Soekarno dan istri (Istimewa)

MALANGTIMES - Siapa yang tidak mengenal nama Soekarno, ialah presiden pertama Indonesia terkenal sebagai seorang pria kharismatik nan flamboyan. Sehingga tidak mengagetkan kalau beliau memiliki 9 istri di masa hidupnya.

Berikut MalangTIMES akan mengulas kesembilan istri Bung Karno yang menemani beliau dalam pasang surut kehidupannya.

1. Siti Oetari Tjokroaminoto


Siti Oetari Tjokroaminoto adalah putri sulung Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam sekaligus merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno.

Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Sementara Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya. Sewaktu itu Soekarno menumpang di rumah HOS Tjokroaminoto ketika sedang menempuh pendidikan di sekolah lanjutan atas.

Baca Juga : Pakai Baju APD, Tim Medis Evakuasi Jenasah Pria yang Meninggal Mendadak di Singosari

Beberapa saat sesudah menikah, Bung Karno meninggalkan Surabaya, pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di THS (sekarang ITB).

Pernikahan keduanya hanya bertahan seumur jagung, karena Oetari yang masih kekanakkan sementara Soekarno sudah terjun ke dalam pergerakannya. Soekarno kemudian menceraikan Oetari secara baik-baik.

2. Inggit Garnasih


Lahir di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 17 Februari 1888 dan meninggal di Bandung, Jawa Barat, 13 April 1984 pada umur 96 tahun, Inggit adalah istri kedua Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Mereka menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung. Pernikahan mereka dikukuhkan dengan Surat Keterangan Kawin No. 1138 bermaterai 15 sen dan berbahasa Sunda.

Sekalipun bercerai tahun 1942, Inggit tetap menyimpan perasaan terhadap Soekarno, termasuk melayat saat Soekarno meninggal.

Kisah cinta Inggit-Soekarno sempat ditulis menjadi sebuah roman yang disusun Ramadhan KH yang dicetak ulang beberapa kali sampai sekarang.

3. Fatmawati


Dibuang di Bengkulu, Soekarno bertemu dengan pujaan hati ketiganya, ibu negara pertama kita Fatmawati atau Fatimah.

Tanggal 1 Juni 1943, Soekarno yang kala itu sudah berusia 41 tahun menikahi Fatmawati yang baru berusia 20 tahun.

Pasangan ini dikaruniai 5 orang anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

4. Hartini


Adalah istri keempat Presiden Republik Indonesia, Soekarno. Ayahnya Osan adalah pegawai Departemen Kehutanan yang rutin berpindah kota. Hartini menamatkan Sekolah Dasar di Malang dan ia diangkat anak oleh keluarga Oesman di Bandung.

Hartini melanjutkan pendidikan di Nijheidschool (Sekolah Kepandaian Putri) Bandung. Hartini menamatkan SMP dan SMU di Bandung.

Hartini remaja dikenal cantik, dan Hartini muda menikahi Soewondo dan menetap di Salatiga. Ia menjadi janda pada usia 28 tahun dengan lima orang anak. Tahun 1952 di Salatiga, Hartini berkenalan dengan Soekarno yang rupanya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat itu Soekarno, dalam perjalanan menuju Yogyakarta untuk meresmikan Masjid Syuhada.

Setahun kemudian, Hartini dan Soekarno bertemu saat peresmian teater terbuka Ramayana di Candi Prambanan. Melalui seorang teman, Soekarno mengirimkan sepucuk surat kepada Hartini dengan nama samaran Srihana. Dua hari setelah Guruh Soekarnoputra lahir, tanggal 15 Januari 1953, Soekarno meminta izin Fatmawati untuk menikahi Hartini.

Fatmawati mengizinkan, namun kemudian menyebabkannya menuai protes dari berbagai organisasi wanita yang dimotori Perwari yang anti poligami. Soekarno dan Hartini akhirnya menikah di Istana Cipanas, 7 Juli 1953.

Pada masa tahun 1950-an, saat nasionalisme dan revolusi sangat kuat mewarnai citra diri Soekarno, membuat peran Hartini di Istana Bogor sangat besar dan ia menjadi satu-satunya istri yang paling lama bisa bertemu dengan Soekarno. Meski demikian dekat, Soekarno masih menikahi Ratna Sari Dewi (1961), Haryati (Mei 1963) dan Yurike Sanger (Agustus 1964). Namun sejarah mencatat, Hartini telah mengisi paruh kehidupan Soekarno. Dia lambang perempuan Jawa yang setia, nrimo, dan penuh bekti terhadap guru laki. Hartini meninggal di Jakarta 12 Maret 2002 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak.

5. Kartini Manoppo


Kartini Manoppo menikah pada tahun 1959, Kartini adalah wanita dari Bolang Mangondow yang merupakan mantan pramugari Garuda Indonesia.

Pertama kali Bung Karno mengetahui Kartini Manoppo dari lukisan Basuki Abdullah. Sejak saat itu, Kartini Manoppo tak pernah absen tiap kali Soekarno pergi ke luar negeri.

Baca Juga : Wanita Pengusaha Burung Puyuh Ditemukan Tewas di Kebun Tebu, Diduga Korban Pembunuhan

Akhirnya pada penghujung tahun 1959 pasangan ini menikah, dan pada tahun 1967 keduanya dikaruniai seorang putra bernama Totok Suryawan Sukarno.

6. Ratna Sari Dewi 


Wanita dari Jepang yang bernama asli Naoko Nemoto ini berusia 19 tahun ketika dipinang oleh Soekarno. Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo.

Ketika menikah dengan Soekarno pada tahun 1962, wanita berparas cantik tersebut mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi Soekarno.

Dari pernikahannya ini beliau dikaruniai seorang anak bernama Kartika Sari Dewi Soekarno, setelah Soekarno turun dari tahtanya Ratna Sari Dewi menetap di berbagai negara seperti Swiss, Prancis dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008 ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang, di mana dia tinggal di sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh dengan memorabilia.

7. Haryati


Haryati adalah seorang penari istana yang baru berusia 23 tahun ketika dipinang menjadi istri Soekarno, sementara Soekarno sendiri sudah berusia 62 tahun waktu itu.

Kisah cinta Soekarno dan Haryati hanya berlangsung singkat, 3 tahun usia perkawinan mereka tanpa menghasilkan anak.

Soekarno menceraikan Haryati karena beralasan sudah tidak ada kecocokan di antara mereka berdua.

8. Yurike Sanger


Pertemuan pertama Bung Karno dengan Yurike yang waktu itu masih duduk di bangku SMP ketika Yurike mengikuti barisan Bhineka Tunggal Ika pada acara kenegaraan.

Tapi tak selamanya hubungan keduanya di naungi langit cerah, kekuasaan Soekarno pudar puncaknya tahun 1968.

Setahun setelah pemakzulan Bung Karno, dengan keadaan keuangan yang tidak menentu, Bung Karno meminta Yurike untuk mengajukan cerai karena Yurike sendiri masih muda dan Bung Karno menganggap lebih baik seperti itu daripada mereka bersama.

9. Heldy Djafar


Heldy Djafar, gadis asal Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ini dinikahi oleh Bung Karno ketika masih berumur 18 tahun, padahal waktu itu usia Bung Karno sudah menginjak 65 tahun.

Keduanya menikah pada tahun 1966 di saat kekuasaan Soekarno sudah mulai tenggelam dan kebersamaan keduanya ternyata hanya bertahan selama 2 tahun.

Akhirnya pada pertengahan tahun 1968 Heldy menikah lagi dengan seorang pria bernama Gusti Suriansyah Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar. Kala itu Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno wafat.

Soekarno tutup usia pada tanggal 21 Juni 1970, dalam usia 69 tahun. Belakangan, satu dari enam orang anaknya, Maya Firanti Noor, menikah dengan Ari Sigit, cucu Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru