Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Gereja Tertua di Kota Malang Tetap Pertahankan Tradisi Ini untuk Merayakan Natal

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Dec - 2018, 21:06

Placeholder
Dekorasi Natal Gereja Kayutangan (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Dalam perayaan Natal tahun ini, tradisi yang sejak lama dilakukan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Kayutangan masih dipertahankan. Gereja tertua di Kota Malang ini memilih untuk mengingat kelahiran Yesus dengan membuat dekorasi Natal berupa kandang.

Dekorasi ini dipilih karena Yesus lahir di sebuah kandang hewan. Di kandang tersebut, Maria merebahkan Yesus dalam palungan, yaitu tempat makanan bagi keledai dan binatang-binatang lain.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

"Untuk kandang Natal itu tiap tahun seperti ini. Latar belakangnya, karena zaman Yesus lahirnya Yesus itu kan di kandang. Jadi, bukan di gua. Untuk itu dekorasinya harus ada gembala, harus ada domba, ada malaikat," papar Gratianus Agus Handoko, kabid liturgi Gereja Kayutangan.

Gratinus menegaskan, untuk pembuatan dekorasi ini, dirinya juga menghindari bahan plastik. Jadi, semua bahan yang dibuat untuk membangun kandang binatang ini adalah bahan-bahan alami, seperti bambu, jerami, bunga-bunga.

"Bahan bakunya dari bambu, jerami, bunga-bunga hidup semua. Semua pakai hidup, tidak ada yang plastik, supaya lebih segar. Di samping itu, zaman sekarang kan banyak sampah plastik. Jadi, kami juga berusaha mengurangi polusi plastik," ungkapnya.

Nah dalam dekorasi tersebut, terlihat Maria, Yusuf, para gembala, dan domba-domba. Di tengah-tengah, terdapat palungan berbalutkan kain putih. Di situlah nantinya Yesus dibaringkan.

"Karena zaman dulu kan tempat penginapan kan nggak ada, sudah penuh semua. Dan Maria dan Yusuf ditolak di mana-mana. Mau melahirkan adanya kandang. Ya di kandang
dengan semua kesederhanaannya," pungkas Agus.

Nah, pada malam perayaan Natal di Gereja Kayutangan nanti, patung Yesus akan digiring oleh romo gereja, seluruh petugas, dan para misdinar. Dengan digendong oleh pasangan suami istri, Yesus akan dibawa dari pintu gereja ke kandang tersebut sekaligus juga didoakan. 

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Menurut Ketua Dewan Pastoral Paroki Inneke, tradisi ini sudah lama dilakukan gereja yang sudah berdiri sekitar 123 tahun tersebut. (*)


Topik

Agama Gereja-Tertua-di-Kota-Malang Tradisi-Merayakan-Natal Gereja-Katolik-Hati-Kudus-Yesus Gereja-Kayutangan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Sri Kurnia Mahiruni