Salah satu wisatawan sedang ber-swafoto di Wisata Edukasi Susu Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu wisatawan sedang ber-swafoto di Wisata Edukasi Susu Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagaimana proses membuat susu yang higienis? Jika Anda ingin tahu, datanglah ke Wisata Edukasi Susu Batu (WESB). Wisata susu ini merupakan  destinasi baru di Kota Batu. 

Tempat wisata yang terletak di Jl Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, itu baru saja dibuka Sabtu (22/12/2018). Hanya dengan membayar Rp 50 ribu per orang, pengunjung bisa mendapatkan beragam edukasi soal susu, mendapatkan susu, dan makan.

Beragam wahana disuguhkan. Antara lain milk factory yang memberikan wahana wisata mulai proses produksi susu pasteurisasi dan packaging. Lalu proses susu UHT dan packaging teknologi aseptik, serta proses pengolahan yogurt.

“Semua peralatan yang kami suguhkan ini impor dari Eropa. Kami menyuguhkan proses edukasi susu ini dengan higienis yang sudah sesuai standar BPOM,” ungkap HMA Sembodo, direktur WESB.

Lalu ada farm hall. Di sini wisatawan bisa memperoleh ilmu terkait proses packaging segala jenis keripik olahan. Juga terdapat chocolate factory yang menampilkan dan memproduksi produk olahan cokelat yang lezat. Wisatawan dapat pula melihat pemandangan alam dengan menikmati makanan dan minuman di kafe herbal.

Ada juga teknologi pengolahan pakan ternak berkualitas unggul. Wisatawan dapat melihat pengolahan pakan ternak sapi perah yang berkualitas dengan teknologi canggih sehingga dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas susu sapi yang bernilai gizi tinggi. 

Selain itu, terdapat wahana kincir angin hall. Wahama ini bagus untuk arena foto selfie khas Belanda dengan kincir anginnya yang dilengkapi dengan panorama alam Kota Batu. Bahkan wisatawan juga difasilitasi dengan kostum Belanda. WESB juga dilengkapi taman bermain anak, garden flower, dan sebagainya. 

Sembodo menjelaskan, hadirnya wisata edukasi susu ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan susu yang berkualitas. “Sebagai upaya mewujudkan pariwisata edukasi susu. Agar masyarakat tahu proses pembuatan susu yang berkualitas itu bagaimana,” kata dia. 

Menurut Sembodo, WESB tidak sekadar memberikan edukasi, tetapi bangunan yang dirancang di luas lahan 4 hektare itu dibangun dengan tema bangunan Belanda. “Susu itu mulanya dari sana (Belanda). Sehingga kita membuat bangunan ini tematik, supaya ada kesan bagi wisatawan yang datang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, adanya destinasi wisata yang dibuat KUD Kota Batu itu tentunya menambah wisata edukasi di wilayah tersebut. Dengan demikian, membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang berkualitas dan berkembang. 

“Hadirnya wisata edukasi susu pastinya akan menjadi pengetahuan baru bagi pelajar dan wisatawan. Semoga bisa menggerakkan peningkatan perekonomian berkelanjutan,” ujar Dewanti. Ia pun berharap  hadirnya destinasi baru itu mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu. (*)