JATIMTIMES - Setiap peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), lagu “Hari Merdeka” selalu terdengar di berbagai penjuru negeri. Dikenal juga sebagai lagu 17 Agustus, karya ini telah menjadi bagian penting dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan mengenang perjuangan kemerdekaan.
Tidak hanya sekadar pengiring upacara bendera, lagu Hari Merdeka juga menjadi simbol tekad bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan.
Baca Juga : 6 Zodiak Paling Beruntung 11 Agustus 2025, Cuan Deras dan Peluang Bisnis Terbuka Lebar
Sejarah Lagu Hari Merdeka
Lagu Hari Merdeka merupakan karya nasional kedua dari Sayyid Muhammad Husain Al Mutahar atau lebih dikenal sebagai H. Mutahar, yang dirilis pada tahun 1946. Beliau adalah tokoh negarawan di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia, sekaligus seorang komponis yang karyanya abadi hingga kini.
Selain Hari Merdeka, H. Mutahar juga menciptakan sejumlah lagu nasional seperti:
• Hymne Syukur (Januari 1945)
• Dirgahayu Indonesiaku (lagu resmi ulang tahun kemerdekaan ke-50 Indonesia)
Dikutip dari Buku 100 Konser Musik Indonesia karya Anas Syahrul Alimi, lagu 17 Agustus tercipta pada masa Agresi Militer Belanda II. Saat itu, H. Mutahar yang menjabat sebagai ajudan Presiden Soekarno diminta membuat aubade (alunan musik penghormatan) untuk pagi hari.
Mutahar kemudian meminjam orkes keraton dan menjadi konduktor penampilan tersebut. Potongan lirik seperti "Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita" menjadi cikal bakal lagu Hari Merdeka.
Profil Singkat Pencipta Lagu – H. Mutahar
Sayyid Muhammad Husain Al Mutahar lahir sebagai seorang seniman sekaligus pejuang. Mengutip Repository Universitas Islam Riau dalam penelitian Analisis Lagu Hari Merdeka Karya H. Mutahar Aransemen Singgih Sanjaya, lagu ini diciptakan saat beliau berada di Hotel Garuda Yogyakarta.
Selain sebagai komponis, H. Mutahar juga berperan besar dalam sejarah nasional:
• Pendiri Paskibraka Indonesia
• Tokoh penting Gerakan Pramuka
• Penyelamat Bendera Sang Saka Merah Putih pada masa genting
• Lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (1946–1947)
• Pernah menjabat sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI (1945)
• Pegawai tinggi Sekretariat Negara (1947)
• Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974)
Makna Lagu Hari Merdeka
Lagu ini merepresentasikan semangat 45 — semangat para pahlawan yang berjuang melawan penjajah. Beberapa pesan penting yang terkandung di dalamnya antara lain:
1. Perayaan Kemerdekaan
"Tujuh belas Agustus tahun empat lima..." menandakan momen kebanggaan rakyat Indonesia yang menyambut lahirnya bangsa merdeka.
2. Kemenangan dan Syukur
"Hari merdeka nusa dan bangsa..." menggambarkan kemenangan yang diraih berkat perjuangan dan pertolongan Tuhan.
3. Tekad Mempertahankan Kemerdekaan
"Sekali merdeka tetap merdeka..." adalah janji untuk terus mempertahankan kemerdekaan selama hayat masih dikandung badan.
4. Kesetiaan kepada Bangsa
"Kita tetap setia, tetap sedia..." mencerminkan komitmen membela negara dari segala ancaman.
Lirik Lengkap Lagu 17 Agustus – Hari Merdeka
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita.
Lagu Hari Merdeka bukan hanya karya musik, tetapi juga warisan sejarah dan semangat juang bangsa Indonesia. Setiap kali dinyanyikan, lagu ini mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan dan kewajiban generasi sekarang untuk menjaga kemerdekaan.
