Film Detak, Ubah Anggapan Miring Masyarakat tentang Penari Ronggeng

Dec 21, 2018 20:35
Sutradara Yongki Ongestu, Produser Aryanna Yuris dan Produser Eye Supryadi (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Sutradara Yongki Ongestu, Produser Aryanna Yuris dan Produser Eye Supryadi (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Masih ingatkah kamu film Sang Penari yang diadaptasi dari Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Sang penari yang dinamakan Ronggeng atau Lengger digambarkan layaknya pelacur.

Seorang Ronggeng akan memberikan keperawanannya kepada pria yang memberikannya harta sebanyak-banyaknya, biasanya berupa sapi, tanah, atau yang lainnya. Selanjutnya, pekerjaannya adalah menari dan melayani pria yang memberikannya imbalan yang setimpal. Uniknya, istri dari sang suami akan begitu bangga apabila suaminya mampu meniduri Ronggeng.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Nah, Lengger atau disebut juga Ronggeng adalah kesenian asli Banyumas berupa tari tradisional. Penarinya ada yang seorang lelaki yang menari dan didandani serupa wanita dengan pakaian khasnya. Kesenian Lengger Banyumasan ini diiringi oleh musik calung, gamelan yang terbuat dari bambu.

Sebuah kru film dari Aenigma Picture Production House membuktikan bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Lengger hanya kesenian tari yang begitu indah dan tanpa ada unsur prostitusinya. Sudut pandang lain ini akan muncul dalam film berjudul Detak yang rencana akan tayang pada Agustus 2019.

"Malahan seniman Lengger mereka malah miris karena imagenya mereka itu jadi negatif," ujar Sutradara Detak Yongki Ongestu saat ditemui di Baratimur Kopi tadi (21/12).

Jadi, kisah dari Detak yang merupakan film bergenre Thriller ini mengangkat dari perspektif yang berbeda dan lebih positif menceritakan tentang Lengger.

Uniknya, film Detak dikerjakan sebagian besar oleh orang yang tak biasa terjun di bidang film.

"Film Detak hampir keseluruhan yang mengerjakan Digital Cinematography Indonesia. Dan berkolaborasi sama anak-anak muda Purwokerto dan Bandung yang bukan orang film sama sekali," ungkap Produser Detak Eye Supryadi.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Yang terlibat dalam film ini berjumlah 70 kru. Hanya 5 orang yang merupakan orang film. Yongki sendiri menyatakan bahwa ia memang membuka kesempatan ke anak-anak muda.

"Karena kalau masuk di dunia film di Jakarta itu susah setengah mati karena begitu eksklusif," imbuh Yongki.

Uniknya, film yang juga diproduksi Aryanna Yuris ini editornya adalah anak asli Malang yang mantan siswa SMKN 4 Malang Bianca Nilasari. Untuk diketahui,  film berdurasi 1 jam 40 menit ini dibintangi oleh Della Dartyan, nominasi pemain wanita terbaik FFI 2018, pemain film Love for Sale dan Refal Hady, pemain film Susah Sinyal, Galih & Ratna.

Topik
Berita Malangfilm Sang PenariNovel Ronggeng Dukuh ParukDigital Cinematography Indonesia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru