Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Insentif Kader Posyandu Situbondo Segera Cair, Tahun Depan Naik Jadi Rp 600 Ribu

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Aug - 2025, 11:18

Placeholder
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, dr Sandi Hendrayono saat di pendopo Kabupaten Situbondo, Rabu (06/08/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Kabar gembira untuk kader posyandu se Kabupaten Situbondo, Insentif tahun 2025 dipastikan akan dicairkan sebelum akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, dr Sandi Hendrayono saat menemui Bupati Situbondo untuk meminta tanda tangan SK Pencairan Insentif Kader Posyandu tahun 2025 di Pendopo Situbondo, Rabu (06/08/2025).

dr Sandi menjelaskan bahwa sesuai arahan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio pemerintah kabupaten situbondo menganggarkan Rp 2,8 Miliar untuk insentif 5703 kader posyandu se Kabupaten Situbondo.

Baca Juga : Mengejutkan! Pragaan Fair 2025 Kantongi Pendapatan Hampir Rp 50 Juta dari Stan

"Sesuai intruksi Bapak Bupati untuk segera mencairkan insentif kader posyandu, tadi sudah di tandatangani SK penetapan Penerima Insentif Kader Posyandu oleh Bapak Bupati," ujar dr Sandi.

Tidak hanya itu dr Sandi juga mengatakan jika pencairan akan dilakukan setelah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025 di sahkan. "Setiap kader akan mendapatkan insentif Rp500 ribu itu untuk satu tahun, tahun 2025 karena sifatnya insentif," kata dr Sandi.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun 2026 mendatang insentif kader posyandu akan naik menjadi Rp600 ribu dan akan dicairkan dua tahap dalam satu tahun.

"Bapak Bupati sudah mengalokasikan anggarkan, untuk tahun depan insentif kader posyandu akan dinaikan dari Rp 500 ribu setahun menjadi, Rp600 ribu per tahun dicairkan dua tahap per semester Rp300ribu," ungkapnya.

Kepala Dinkes Situbondo itu berharap, kader posyandu dapat menambah semangat kader saat melaksanakan program unggulan kabupaten. "Program-program kesehatan agar bisa maksimal, karena kita tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan yang 2 atau 3 orang sehingga penting ada bantuan dari Kader Posyandu," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Mas Rio mengimbau kepada kader posyandu untuk fokus melaksanakan tugasnya dengan baik tidak usah ikut-ikutan politik. "Fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tidak perlu berpolitik, politik urusan saya dengan mbak ulfi dan teman-teman partai, sekali lagi fokus dan fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegas Mas Rio.

Baca Juga : Profil Sudewo, Bupati Pati yang Bikin Geger Usai Naikkan PBB Sampai 250 Persen

Selain itu, terkait program pengentasan stunting Mas Rio menyatakan menyatakan telah memberikan arahan kepada para ahli gizi untuk fokus melakukan kajian tentang Maronggi atau Daun Kelor.

"Mengingat program pengentasan stunting merupakan program Bapak Presiden Prabowo Subianto maka kami telah meminta kepada ahli gizi untuk fokus melakukan kajian tentang Maronggi, karena maronggi sangat cocok untuk menanggulangi permasalahan stunting, selain bisa dijadikan sebagai macam varian olahan, kandungan maronggi juga baik untuk gizi anak," ujarnya.

Mas Rio juga meminta kader posyandu untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat kabupaten Situbondo. "Iya nanti kita akan minta kader posyandu untuk melakukan sosialisasi terkait olahan maronggi  dalam menanggulangi permasalahan stunting," tutup Mas Rio.


Topik

Pemerintahan Posyandu Kader Posyandu insentif posyandu Situbondo Pemkab Situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni