JATIMTIMES - Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Ditambahnya kota tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.
Perlombaan yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife sudah berlangsung sejak 2024 silam. Namun dua kota besar tersebut baru ditambahkan pada tahun ini.
Baca Juga : Benda Diduga Granat Ditemukan di Kota Malang, Sempat Mau Diloakkan
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, mengatakan penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Pihaknya menilai upaya menjaring lebih banyak bibit atlet-atlet pesepakbola putri potensial di kota tersebut.
“Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri,” ujar Teddy, Jumat (1/8/2025).
Seperti sepak bola di Malang punya sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yakni MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933.
Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), ini menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini.
Sementara kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia.
“Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola,” imbuh Teddy.
Pada hari Kamis (31/7/2025) MilkLife Soccer Challenge - Kudus Seri 1 2025 tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Sedangkan Kota Malang akan berlangsung pada 4 sampai 9 November 2025 mendatang.
Baca Juga : Hore! Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 Jadi Hari Libur
Selain penambahan dua kota baru, peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan peraturan umum PSSI untuk pengembangan usia dini.
Sementara itu Exco PSSI Vivin Cahyani Sungkono, menyambut hangat MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. MLSC juga dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut.
“Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional,” ucap Vivin.
Lewat MLSC ini pihaknya berharap bisa menjaring atlet-atlet pesepakbola putri berbakat agar bisa berlaga dijenjang lebih baik. “Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” harap Vivin.
