MALANGTIMES - Kalau mengunjungi Taman Contong yang terletak di wilayah Kepanjen, tepatnya di area Stasiun Kereta Api (KA) Kepanjen, maka akan Anda temukan beberapa hewan purba. Sebut saja makhluk purba yang dikenal dengan nama dinosaurus.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Berdiri gagah dengan warna hijau lumut mengilap, dinosaurus tersebut menjaga Taman Contong. Wajahnya yang seram dengan gigi runcing yang menyeringai membuat dinosaurus tersebut sekilas terkesan menyeramkan.
Tapi, ternyata dinosaurus di Taman Contong tersebut malah membuat anak-anak terlihat riang. Mereka mendekati, mengelus sampai berusaha untuk menaikinya. Raut-raut wajah mereka terlihat gembira dengan keberadaan makhluk purba buas tersebut.
"Seneng ada dinosaurus sekarang. Dulu tidak ada. Jadinya. saya seneng main di sini sekarang," kata Afrizal (9), warga sekitar Kepanjen, saat dengan asyiknya bermain di Taman Contong ditemani orang tuanya, Rabu (19/12/2018).
Bukan hanya dinosaurus yang kini menghuni Taman Contong. Kalajengking dan kadal raksasa pun kini menghuni Taman Contong yang dulu terlihat kumuh dengan sampah berserakan dan tanpa tong sampah. Permainan di Taman Contong pun waktu lalu hanyalah ayunan kayu yang dibuat seadanya.
"Dulu terlihat kumuh serta terbengkalai. Sayang sekali, karenanya kami bergerak untuk melakukan revitalisasi taman. Tentunya dengan dukungan Pemkab Malang," ujar Nana, ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sumedang Bersatu.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
Nana yang aktif di TPS Pasar Sumedang juga menyampaikan bahwa proses revitalisasi dan melahirkan sosok-sosok hewan purba yang bahannya dari sampah, seperti plastik dan karet bekas ban, menghabiskan waktu sekitar 1 bulan lebih di Taman Contong.
Sinergitas antara masyarakat dan Pemkab Malang inilah yang membuat Taman Contong kini menjadi magnet baru bagi masyarakat. Khususnya anak-anak yang mulai meramaikan taman yang semakin terlihat bersih, nyaman dan dipenuhi juga dengan berbagai replikasi hewan purba.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa sinergi bersama masyarakat inilah yang wajib terus ditingkatkan.
Pasalnya, setiap pembangunan yang telah diselesaikan oleh Pemkab Malang, membutuhkan peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikannya. "Kami memfasilitasi dan masyarakat yang menikmati dan bersama menjaganya. Di Taman Contong adalah contoh nyata yang baik dalam hal tersebut," ujar Wahyu yang menyatakan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk pemeliharaan taman di wilayah Kepanjen. (*)
