JATIMTIMES - Tak sekadar menuntaskan tugas akhir semester, dua mahasiswi program studi Business Creation semester 7 dari salah satu kampus swasta di Kota Malang justru berhasil menyulap ide bisnis sederhana menjadi peluang usaha menjanjikan.
Afita Svennova Subagja dan Nafansa Cahaya Nurani, mendirikan Joyau Cookies, sebuah brand kuliner rumahan yang menyajikan kukis dan brownies kekinian dengan berbagai varian rasa.
Baca Juga : Siapkan Pengisian Kekosongan Jabatan, Pemkot Malang Bakal Terapkan Manajemen Talenta
Bisnis yang awalnya muncul sebagai bagian dari tugas mata kuliah kini telah berkembang pesat. Produk Joyau Cookies tak hanya digemari di Malang, tetapi juga telah menjangkau konsumen di Surabaya, Kediri, dan Tulungagung. Promosi dilakukan secara aktif melalui media sosial Instagram dan WhatsApp, menyasar generasi muda sebagai target utama.
“Waktu itu memang diminta membuat bisnis sebagai tugas semester. Tapi karena kami memang suka dessert dan belum nemu yang pas di lidah, akhirnya kami bikin sendiri. Ternyata banyak yang suka,” ujar Afita saat ditemui di kampus, Jumat, (25/7/2025).
Dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp16.000 untuk kukis, dan Rp25.000 hingga Rp28.000 untuk brownies, Joyau Cookies menawarkan rasa autentik dan varian menarik. Beberapa varian cookies andalan mereka meliputi original, red velvet, matcha, cokelat, Mario, dan lotus. Sementara brownies hadir dalam dua rasa utama: original dan lotus.
Afita menjelaskan, mereka tidak serta-merta menjual produk begitu saja. Dibutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk mengulik resep, mencoba berbagai kombinasi bahan, hingga akhirnya menemukan formula rasa yang menurut mereka paling klik di lidah. “Kami coba berkali-kali, ada yang ditambah, ada yang dikurangin, sampai ketemu yang rasanya paling pas,” katanya.
Meski kini bisnisnya mulai dikenal, keduanya tidak menampik peran kampus yang cukup besar dalam membantu pengembangan usaha. Melalui program mentoring seperti Start-Up School (SS) dan Founders School (FS), mereka mendapatkan pelatihan pemasaran digital, strategi penjualan, hingga teknik menghadapi konsumen.
“Kami dibimbing mulai dari cara promosi di Instagram sampai gimana melayani pembeli dengan baik. Itu sangat membantu kami berkembang,” ungkap Nafansa.
Baca Juga : Bawa Pesan Perjuangan Kemanusiaan, Anto Baret dan Marjinal Bawa Album Sketsa Jalanan ke Malang
Berawal dari minat pribadi dan tugas kampus, Joyau Cookies kini mencatat omzet antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta setiap bulan. Sebuah pencapaian yang membanggakan untuk usaha yang baru dirintis oleh dua mahasiswi yang masih aktif kuliah.
Bagi Afita dan Nafansa, Joyau Cookies bukan sekadar bisnis kuliner. Di balik setiap gigitan kukis dan brownies mereka, tersimpan cerita tentang keberanian, kreativitas, dan semangat untuk mandiri. Tak hanya menghadirkan cita rasa manis, usaha ini juga menjadi ruang belajar dan tumbuh sebagai entrepreneur muda.
“Awalnya cuma iseng, karena suka makan dessert. Tapi waktu lihat banyak yang suka, kami jadi makin semangat. Ini bukan cuma jualan, tapi juga bentuk karya kami,” ujar mereka kompak.
Dengan semangat yang terus menyala dan pasar yang semakin luas, Joyau Cookies menjadi bukti bahwa dari ide sederhana dan tugas kampus pun bisa lahir usaha yang menjanjikan. Dan yang terpenting, bisnis ini hadir dari rasa, untuk rasa.
