Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Gedung Sekolah Rakyat di Bantur Kabupaten Malang Dibangun September

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

08 - Jul - 2025, 18:03

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui di gedung PGRI Kabupaten Malang, Sabtu (5 Juli 2025). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Salah satu program prioritas  Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Sekolah Rakyat, akan mulai terealisasi di Kabupaten Malang pada 2025 dan ditargetkan beroperasi  2026 mendatang. 

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan,  pada Jumat (4/7/2025) lalu, pihaknya telah menerima tamu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Airyn Saputri Harahap di rumah dinasnya di Jalan Gede, Kota Malang. Mereka membicarakan beberapa hal. Salah satunya terkait dengan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Dahlan Iskan Ditetapkan Tersangka Kasus Penggelapan Aset PLTU Milik Jawa Pos

"Sekolah Rakyat nanti di Bantur. Kepala Balai dari PUPR Bu Airyn ke Jalan Gede untuk menyampaikan insya Allah September (gedung Sekolah Rakyat dibangun) dan untuk tahap kedua kali pertama  di Indonesia yang dibangun di Bantur," ungkap Sanusi. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini menyebut, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di   Bantur,  ini akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 200 milliar. Lahan yang tersedia untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat seluas 9,6 hektare. 

Di Kabupaten Malang, terdapat dua lahan yang rencananya akan digunakan untuk gedung Sekolah Rakyat. Yakni di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur dengan lahan seluas 9,6 hektare dan di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, dengan luas lahan sekitar 12 hektare. Namun, l tahun 2025 ini, lahan di Desa Srigonco, Bantur, yang akan dibangun terlebih dahulu untuk gedung Sekolah Rakyat. 

"Kenapa ditaruh di Bantur? Karena di daerah selatan masih membutuhkan pendidikan. Sehingga nanti dengan pendidikan yang bagus, Allah mengangkat derajat anak-anak kita untuk menjadi pimpinan-pimpinan masa depan di Indonesia. Sebagai keberlanjutan dari proses regenerasi pendidikan," jelas Sanusi. 

Lebih lanjut, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Malang, masyarakat Kabupaten Malang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem ada 18.296 jiwa dari 4.362 kepala keluarga. Dari total masyarakat miskin ekstrem tersebut, ada sebanyak 2.207 jiwa yang masuk dalam kategori usia sekolah, yakni usia 6, 7, 12, 13, 15 dan 16 tahun. 

Baca Juga : Kasus Ratusan Siswa Gagal Masuk SMAN I Giri, DPRD Banyuwangi Panggil Cabdin Pendidikan Jatim

Dari total 2.207 jiwa tersebut, kuota dari Sekolah Rakyat untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 225 anak dengan masing-masing jenjang tersedia kuota 75 anak. Sehingga untuk setiap kelasnya tersedia kuota 25 anak. 

Sementara itu, sebelumnya pembangunan gedung Sekolah Rakyat di  Kecamatan Bantur direncanakan akan dimulai pada Juni 2025 dan selesai pada Februari 2026. Namun, karena berbagai hal yang harus dipersiapkan, akhirnya pembangunan awal gedung Sekolah Rakyat direncanakan  mulai dibangun pada September 2025 dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2026 mendatang. 


Topik

Pendidikan Sekolah Rakyat Kabupaten Malang Pemkab Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy